Soal Khilafatul Muslimin, LPSK Ingatkan Saksi dan Korban Berhak Dilindungi

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengingatkan hak perlindungan bagi saksi bagi keluarga atau kelompok Khilafatul Muslimin. Pemberian perlindungan bila para saksi mendapat ancaman.

"Saksi maupun korban berhak dapat perlindungan termasuk kasus Khilafatul Muslimin," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo di Semarang, Rabu (8/6).

Dia menyebut pemberian perlindungan saksi dan korban ketika yang bersangkutan mendapat surat pemanggilan dan diperiksa sebagai saksi di Kepolisian. Selain itu dalam kondisi tertentu, ketika saksi mengajukan perlindungan saksi ke LPSK dalam kondisi terancam jiwanya.

"Jadi sebaiknya kalau sudah ada kepastian bahwa dia memang saksi, bisa mengajukan ke LPSK. Kalau belum ada kepastian itu tapi terancam sungguh-sungguh, terutama jiwanya, bisa dapat perlindungan," ungkapnya.

Mengenai wujud perlindungan tidak hanya berupa prosedural hukum, namun juga dalam bentuk perlindungan fisik. "Termasuk bantuan medis seperti rehabilitasi, psikologis hingga sosial," ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) menetapkan tiga orang tersangka terkait aksi konvoi yang dilakukan kelompok yang diduga mengusung ideologi khilafah, Khilafatul Muslimin di Kabupaten Brebes, 29 Mei 2022 lalu. Ketiga tersangka itu yakni Ghozali Ipnu Taman, Dasmad bin Surjan, dan Adha Sikumbang.

Polisi menganggap konvoi kelompok yang mengusung ideologi khilafah di Brebes itu mengganggu ketentraman publik. Mereka melakukan konvoi kendaraan roda dua sambil menyebar pamflet berupa maklumat yang memuat berita bohong dan membuat keonaran di masyarakat.

Terhadap para tersangka itu, kepolisian juga belum bisa menjelaskan lebih detail apakah kelompok Khilafatul Muslimin ini berkaitan dengan teroris. Dugaan sementara sistem perekrutan anggotanya dengan sistem baiat. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel