Soal Lurah Susan, Ini Kata Gus Sholah

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga Lenteng Agung menolak kepemimpinan Susan Jasmine Zulkifli sebagai lurah Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan menolak karena beragama nasrani. Tokoh HAM, Salahuddin Wahid angkat bicara soal ini. Ia menilai, terpilihnya seorang pemimpin karena kemampuannya dalam memimpin. "Yang terpenting, ia mampu untuk memimpin, jujur, dan memenuhi syarat administrasi," kata Salahuddin saat dihubungi Tempo, Jumat 23 Agustus 2013. (Baca: Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung)

Warga Lenteng Agung yang menolak kepemimpinan Lurah Susan membentuk Forum Penolak Penempatan Lurah Lenteng Agung. Mereka mengancam mengadakan unjuk rasa di Balai Kota dan menyampaikan petisi penolakan atas Lurah Susan Jasmine Zulkifli. (Baca: Penolak Lurah Lenteng Agung Ancam Demo Balai Kota)

Menanggapi hal tersebut, Gus Sholah berpendapat, Gubernur dan wakilnya mesti bersikap tegas dalam menanggapi kasus ini. Ia meminta Jokowi-Ahok bersikap profesional. "Jokowi-Ahok harus tegas serta mengkomunikasikannya dengan baik kepada warga yang menolak," katanya. Sebab, menurut Gus Sholah, kasus intoleransi dan diskriminasi akan mewabah bila terjadi pembiaran. (Baca: Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung

RINA ATMASARI

Terhangat: 

Sisca Yofie |Suap SKK Migas  | Penembakan Polisi | Pilkada Jatim

Berita Lainnya:

Lurah Lenteng Agung Demen Blusukan 

Penolak Lurah Lenteng Agung Ancam Demo Balai Kota

Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung

Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung

Puan: Jokowi Hanya Maju Lewat PDIP 

Lulung: Saya Menang, Ucu Menganggur 

Rencana Jokowi Promosikan Blok G Tanah Abang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.