Soal Novel Baswedan Tak Lolos Jadi ASN KPK, Firli Kunci Mulut

Ezra Sihite, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan belum mau buru-buru menanggapi dugaan penyidiknya Novel Baswedan termasuk di antara 75 pegawai yang tak memenuhi dan tak lulus tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat menjadi ASN.

Menurut Firli masalah itu akan diklarifikasi lebih rinci setelah surat keputusan nanti keluar.

"Kami akan sampaikan nanti melalui sekjen setelah surat keputusannya keluar," kata Firli Bahuri kepada awak media, Rabu, 5 Mei 2021.

Firli menjelaskan, pihaknya belum bisa mengumumkan siapa saja nama-nama pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan karena pihaknya tidak mau menyebar isu.

"Kenapa? Kami tidak ingin menyebar isu, kita ingin pastikan bahwa kita menjunjung, menegak- hormati hak asasi manusia," kata Firli.

Selain itu kata Firli, tidak disebutkannya nama-nama yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan karena dikhawatirkan akan berdampak pada keluarga.

"Karena kalau kami umumkan akan berdampak kepada anak istri keluarga cucu besan mertua kampungnya. Kami bukan memiliki cara kerja seperti itu. Kalau tadi ada yang mengatakan nama-nama yang beredar silakan anda tanya siapa yang menyebar nama-nama itu. Yang pasti adalah bukan KPK," ujarnya.

Firli kembali menegaskan bahwa file tentang hasil tes wawasan kebangsaan sejak diterima tanggal 27 April 2021 tetap dalam segel disimpan dalam lemari dan dikunci beberapa kunci pengamanan.

Kemudian kata dia, sampai dengan sore hari tadi baru dibuka dan disaksikan oleh seluruh subtoral KPK, eselon 1 eselon 2 Anggota dewas, pimpinan KPK lengkap termasuk juga didokumentasikan oleh kawan-kawan humas KPK. "Kami pastikan tidak ada penyebaran nama-nama," imbuhnya.