Soal Pemulihan Ekonomi, Indonesia Jadi Negara Paling Optimistis di ASEAN

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan mengatakan, masyarakat Indonesia merupakan yang paling optimistis menghadapi pemulihan ekonomi saat Pandemi Covid-19 dibanding negara ASEAN lainnya.

Hal tersebut terungkap dari hasil survei yang dilakukan Ipsos pada 6 negara di Asia Tenggara (ASEAN) pada tiga gelombang, khususnya pada dua survei terakhir.

"Hasilnya, Indonesia konsumennya paling optimistis. Negara paling optimis adanya peningkatan ekonomi dalam bulan-bulan ke depan dibanding negara lain," kata Soeprapto dalam sesi webinar, Rabu (19/5/2021).

Menurut catatan Ipsos pada survei gelombang kedua di September 2020, indeks keyakinan konsumen di Indonesia berada pada kisaran 75 persen. Kemudian meningkat tipis pada gelombang ketiga di Februari 2021, yakni sebesar 76 persen.

"Optimisme tidak serta-merta tumbuh di masyarakat. Beberapa program pemerintah, stimulus dan dana tunai sangat pengaruh. Vaksinasi juga sudah berjalan sejak Januari (2021), dan direspons positif oleh masyarakat Indonesia," terang Soeprapto.

Penjualan Stabil

Suasana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (6/4/2021). Menjelang bulan Ramadan, Pasar Tanah Abang mulai dipadati pengunjung untuk berbelanja busana, namun menurut pedagang jumlah pengunjung bulan Ramadan kali ini tidak seramai sebelum pandemi Covid-19. (Liputan6.com/JohanTallo)
Suasana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (6/4/2021). Menjelang bulan Ramadan, Pasar Tanah Abang mulai dipadati pengunjung untuk berbelanja busana, namun menurut pedagang jumlah pengunjung bulan Ramadan kali ini tidak seramai sebelum pandemi Covid-19. (Liputan6.com/JohanTallo)

Soeprapto lantas mencermati fenomena perdagangan pada musim awal pandemi, dimana ada tiga kategori produk yang angka penjualannya selalu stabil. Pertama yakni produk di sektor makanan, lalu personal care dan cleaning product.

"Dimulai survei wave kedua, September 2020, itu ada beberapa kategori konsumsi produk mulai naik. Contohnya di clothing, pakaian, aksesoris, itu sudah mulai naik dibanding sebelumnya," paparnya.

"Wave ketiga Februari 2021, saat lakukan survei, di masyarakat Indonesia terlihat adanya peningkatan spending di kategori restoran, cafe, dan travel. Itu sejalan dengan inisiatif Kementerian Pariwisata, bahwa industri horeca harus gerak untuk bisa survive," tutur Soeprapto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel