Soal Pengamanan Ekstra di Perusahaan Prancis, Ini Kata Polisi

Dusep Malik, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya belum menjawab banyak saat ditanya apakah ada permintaan penambahan pengamanan di perusahaan asal Prancis yang ada di Indonesia.

"Kami sudah mengantisipasi semuanya dari pihak kepolisian," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat, 6 November 2020.

Kalau memang ada permintaan penambahan pengamanan, kata Yusri, pihaknya tentu akan memberikan. Yusri meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, polisi akan memberikan rasa aman kepada semua pihak.

Sejauh ini dipastikan tidak ada aksi-aksi sweeping sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Yang ada baru aksi beli dan bakar produk Prancis di Menteng, Jakarta Pusat. Polisi telah melakukan pencegahan agar tidak ada aksi sweeping.

"Tugas polisi adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat, siapa pun ya. Tugas kepolisian selain mengamankan, tupoksinya memberikan rasa aman kepada masyarakat, mengayomi, melindungi. Itu kita sebagai penegak hukum. Makanya memang kewajiban kita untuk mengamankan semuanya," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, beberapa orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) membeli produk asal Prancis di sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka kemudian membakarnya.

Adanya aksi itu dibenarkan polisi. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng, Komisaris Polisi Gozali Luhulima, peristiwa itu terjadi 3 November 2020 lalu sekitar pukul 13.35 WIB.

"Saudara Diko Nugraha dan kawan-kawan mengunjungi minimarket di Jalan Johar Menteng untuk membeli produk Prancis," ujarnya kepada wartawan, Kamis, 5 November 2020. (ase)