Soal Pertanian, Bobby Nasution Beberkan Keunggulan Sekolah Vokasi di Medan

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution menilai sekolah vokasi pertanian seperti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), penting dalam mencetak petani milenial andal.

Bagi Bobby, karakteristik dan kualitas individu harus dilengkapi dengan kompetensi. Ini menurutnya, mengapa sekolah vokasi Polbangtan menjadi salah satu stakeholder penting dalam tongkat estafet pertanian Indonesia.

"Hal itu bisa dilihat dari program pembelajaran salah satu Polbangtan yang ada di tanah air, yakni Polbangtan Medan," kata Bobby, Medan, Minggu (5/6).

Di Polbangtan Medan, terang Bobby, selain membekali mahasiswanya dengan beragam kompetensi, juga turut menghadirkan sertifikasi.

"Termasuk untuk penyuluh pertanian, pertanian organik, asisten kebun, hidroponik, barista, digital marketing hingga desain grafis," terangnya.

Bobby berharap sekolah vokasi pertanian di Tanah Air dapat lebih berkembang. "Kami berharap ke depan Polbangtan di seluruh Indonesia dapat lebih berkembang dan tetap di bawah naungan Kementan (Kementerian Pertanian)," terangnya.

Kementan terus berusaha mengoptimalkan peran Polbangtan dan PEPI guna mencetak lulusan petani muda dengan sumber daya berkualitas, andal serta berkemampuan wirausaha yang mumpuni.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, hal tersebut bertujuan agar para petani milenial memiliki keterampilan untuk berkecimpung dalam dunia usaha.

"Lewat pendidikan vokasi Polbangtan dan PEPI, kami terus berinovasi dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, pendidikan karakter hingga keterampilan untuk terjun dalam dunia usaha," tutur Syahrul.

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa pihaknya telah meluncurkan banyak program untuk mendukung program Kementan ini, di antaranya hadir dalam bentuk pelatihan ke luar negeri seperti Taiwan, Jepang dan Korea.

"BPPSDMP berupaya memaksimalkan peran pendidikan vokasi. Maka dari itu Polbangtan dan PEPI hadir sebagai pelaksana pendidikan dalam melahirkan generasi milenial yang tidak hentinya berinovasi, sebagai modal saat terjun langsung ke masyarakat," tutur Dedi.

Dedi juga menekankan bahwa insan pertanian harus bisa menguasai sistem dan jejaring produksi, utamanya dalam hal supply and demand.

"Insan pertanian tak terkecuali petani dan pengusaha pertanian harus menguasai supply and demand. Di mana kita harus memastikan ketersediaan produk dan pintar membaca apa yang menjadi kebutuhan pasar. supply and demand akan berpengaruh pada fluktuasi harga. Seringkali terjadi over produksi sebuah produk pertanian lantaran supply and demand tak dikuasai dengan baik. Akibatnya terjadi kelebihan produk daripada permintaan pasar yang membuat harga menjadi terjun bebas," jelas Dedi.

Polbangtan dan PEPI sebagai pelaksana pendidikan vokasi, juga menanamkan jiwa wirausahawan tak sekadar bisa berdagang, namun ada proses pembelajaran seperti mengelola usaha, mengolah bahan hingga kepada proses pemasarannya.

Tak kalah penting, membaca peluang pasar merupakan hal yang esensial yang wajib hukumnya bagi seorang entrepreneur bila ingin sukses.

"Kelihaian dalam membaca peluang pasar baiknya dilakukan mulai dari saat memulai suatu usaha, mengembangkan usaha, melakukan segmentasi pasar, hingga saat melakukan perluasan usaha," tutup Dedi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel