Soal Pilpres 2024, PDIP Tegaskan Urusan Capres - Cawapres di Tangan Megawati

·Bacaan 1 menit
Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengikuti Rapat Koordinasi Bidang Politik & Keamanan Tingkat Nasional di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Kamis (3/5). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan menegaskan bahwa konsentrasi utama Partai saat ini adalah membantu Presiden Jokowi mengatasi pandemi Covid-19, bukan pada masalah capres-cawapres 2024 apalagi isu persaingan calon kuat di internal PDIP.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan kewenangan pada Ketua Umum Partai, berupa hak prerogatif untuk menetapkan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2024. Karena itu ia mengingatkan saat ini bagi seluruh kader untuk melakukan konsolidasi Partai secara menyeluruh.

“Konsolidasi Partai juga menyangkut aspek ideologi, politik, program, kader, dan konsolidasi sumber daya. Konsolidasi ideologi agar bangsa Indonesia semakin kokoh dengan Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa, sehingga Presiden RI yang akan datang tidak akan dibebani oleh persoalan tersebut,” ucap Hasto dalam keterangannya, Senin (24/5/2021).

Hasto mengingatkan, konsolidasi tiga pilar PDIP wajib diadakan secara lebih terstruktur, sistematis dan masif. “Struktural Partai, kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta pimpinan legislatif bersama-sama berjuang dalam spirit gotong royong untuk rakyat. Semua wajib proaktif sebagai kader Partai,” katanya.

Hasto Minta Rapatkan Barisan

Ia meminta jangan beri peluang siapa pun dari luar partai untuk memecah belah kekuatan partai.

“Rapatkan barisan mengingat banyak pihak yang sudah melakukan dansa politik untuk 2024,” katanya.

“Terus bergerak ke bawah bersama rakyat, sehingga ketika tiba momentum politik bagi Ibu Megawati untuk mengambil keputusan,”pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel