Soal Polisi Positif Narkoba, Mabes Polri: Data Anggota Belum Terkumpul

Dusep Malik, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengaku belum mengetahui berapa jumlah anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di setiap satuan kerja atau satuan wilayah yang urinenya dinyatakan positif narkoba.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan Surat Telegram (STR) Nomor: ST/331/II/HUK.7.1/2021, tanggal 19 Februari 2021 yang ditandatangai oleh Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo dan ditujukan kepada para Kapolda.

Telegram tersebut menyusul adanya kasus penangkapan Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, mantan Kapolsek Astanaanyar, Jawa Barat, bersama 11 orang anggotanya yang diduga lagi pesta narkoba jenis sabu di salah satu hotel kawasan Bandung.

“Oh belum (hasil anggota yang tes urine positif). Semua Polda kan sedang melaksanakan, nanti kita data semua,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Rabu, 3 Maret 2021.

Sementara, kata Rusdi, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan narkoba yang menyeret Kompol Yuni bersama 11 anggotanya tersebut. Tentu, Kapolri dengan tegas akan memberi sanksi dan hukuman kepada yang bersangkutan.

“Kita lihat pimpinan sudah jelas bahwa jika terlibat dalam penyalahgynaan narkoba, pilihannya dipidanakan dan dipecat, atau dikeluarkan dari dinas kepolisian,” ujarnya.

Dalam telegram Kapolri, bahwa perbuatan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh Kapolsek Astanaanyar Polrestabes Bandung, Jawa Barat beserta 11 anggotanya sangat menurunkan citra dan wibawa Polri di mata masyarakat.

Kepala Divisi Propam Polri, Sambo mengatakan bahwa dalam rangka mencegah tidak terulang lagi kejadian penyalahgunaan narkoba yang melibatkan anggota Polri, diperintahkan kembali bahwa segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota Polri di setiap satuan kerja atau satuan wilayah.

“Deteksi dini penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penyelidikan dan pemetaan anggota yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba,” kata Sambo.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, pihak Propam Polda Jawa Barat mengamankan Kapolsek Astanaanyar yang diduga mengonsumsi narkoba.

Menurut Erdi, Kapolsek itu diduga konsumsi narkoba bersama belasan anggotanya. Erdi menyebut Kapolsek berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) itu merupakan Kapolsek Astanaanyar di lingkungan Polrestabes Bandung.

"Total ada 12 (anggota polisi diamankan), termasuk Kapolseknya. Namun, sekarang ini yang jelas masih dilakukan pendalaman oleh Propam Polda Jabar," kata Erdi di Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 17 Februari 2021.