Soal Power Unit, Red Bull Putuskan Awal Desember

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 1 menit

Karena kerja sama dengan Honda, sebagai penyedia power unit (mesin), akan tandas pada akhir 2021, tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris ini berada dalam situasi sulit.

Penasehat dan Kepala Program Pengembangan Pembalap Red Bull, Helmut Marko, mengatakan jika mereka masih membutuhkan beberapa hari sebelum membuat keputusan.

Kubu Red Bull Racing sebenarnya telah mematok tenggat waktu (deadline) untuk menentukan langkah dan mencari solusi masalah mesin menyusul keputusan Honda mundur dari F1.

Penasehat Red Bull Racing Helmut Marko (kemeja putih) berbincang dengan prinsipal tim, Christian Horner dalam sebuah kesempatan.

Penasehat Red Bull Racing Helmut Marko (kemeja putih) berbincang dengan prinsipal tim, Christian Horner dalam sebuah kesempatan.<span class="copyright">Andy Hone / Motorsport Images</span>
Penasehat Red Bull Racing Helmut Marko (kemeja putih) berbincang dengan prinsipal tim, Christian Horner dalam sebuah kesempatan.Andy Hone / Motorsport Images

Andy Hone / Motorsport Images

"Belum ada keputusan, tetapi pada awal Desember kami akan tahu ke mana arah yang dituju tim," ujar Marko kepada suratkabar Austria, Osterreich.

"Aturan yang ada saat ini mahal serta rumit, dan jika FIA menginginkan pabrikan baru (masuk F1), semuanya harus lebih sederhana dan murah."

"Pengambilalihan mesin Honda hanya akan berhasil jika regulasi saat ini dibekukan (mulai 2022)," pria 77 tahun tersebut menambahkan.

Jika pembekuan tidak dilakukan, artinya Red Bull harus menentukan satu dari tiga penyedia power unit yang ada pada 2022 nanti: Mercedes, Renault, atau Ferrari.