Soal Rekam Jejak Direktur Bisnis PT LIB Diserahkan ke Ketum PSSI

Riki Ilham Rafles

VIVA – PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sedang dalam sorotan. Sebabnya, dalam beberapa pekan terakhir mereka memunculkan berita miring.

Cucu Somantri sebagai Direktur PT LIB akhirnya memilih mengundurkan diri. Langkah itu diambil karena dia menjadi sasaran kritik dari tiga direksi lainnya.

Direktur Operasional, Sudjarno, Direktur Bisnis, Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan, Anthony Chandra Kartawira mengirimkan kepada klub-klub selaku pemegang saham PT LIB. Mereka menumpahkan keluhan atas sikap Cucu selama memimpin PT LIB.

Nampaknya berita miring mengenai PT LIB takkan berhenti di situ. Karena Anthony memiliki rekam jejak kasus hukum yang hingga sekarang masih mungkin dimulai kembali penyidikannya oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Pada 2016, Anthony ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Penyebabnya adalah dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile8 periode 2007 sampai 2009 di mana posisinya ketika itu sebagai Direktur First Media.

Karena tidak terima, dia bersama satu orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tuntutannya dikabulkan sehingga dia bisa bebas hingga sekarang.

Akan tetapi, penyidik Kejagung tak mau berhenti begitu saja. Mereka kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang hingga kini masih belum bisa dijalankan kembali.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Sumitro ketika ditanya mengenai masalah ini enggan berbicara banyak. Dia menyerahkannya langsung ke Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

"Tanya Ketum langsung saja," kata Haruna saat dihubungi melalui pesan singkat.

Anggota Exco PSSI lainnya, Hasani Abdulgani justru mengaku baru mengetahui. Dia yang juga baru saja mundur sebagai Komisaris PT LIB cuma berharap informasi ini bisa sampai kepada klub-klub sebagai pemegang saham PT LIB.

"Saya baru tahu. Mudah-mudahan para pemegang saham klub bisa terinfokan," tutur Hasani.