Soal Rencana Harga BBM Naik, Mendagri Minta Pemda Antisipasi Fenomena Panic Buying

Merdeka.com - Merdeka.com - Sinyal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus didengungkan pemerintah. Kenaikan harga BBM bersubsidi berpotensi mendorong kenaikan inflasi yang berdampak pada kenaikan harga-harga di tingkat masyarakat.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyebut, kenaikan harga BBM dinilai bisa berpotensi menimbulkan kepanikan di tingkat masyarakat. Sehingga para kepala daerah harus bisa menjaga komunikasi publiknya agar masyarakat tidak merespon berlebihan.

"Sentimen panik masyarakat bisa mentrigger yang kontra produktif. Bisa panic buying, ramai-ramai stok barang karena takut kenaikan harga dan lain-lain," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).

Tito meminta bupati, walikota dan gubernur harus bisa membuat masyarakat tetap tenang dalam menghadapi kenaikan harga BBM, pangan dan sebagainya. Kepala Daerah harus bisa mengkondisikan dan memastikan masyarakat percaya pangan hingga harga komoditas tetap terkendali meski terjadi kenaikan harga energi.

"Upayakan masyarakat tetap tenang dan cool. Masyarakat tenang, pastikan kepada mereka kalau sekarang cukup pangan, cukup komoditas, dan harga-harga relatif terkendali," kata dia.

"Itu bahasa yang harus tetap disampaikan. Jangan pakai bahasa yang membuat masyarakat panik," sambungnya.

Perkuat Kerja Sama Jaga Inflasi

sama jaga inflasi
sama jaga inflasi.jpg

Sebaliknya, Tito meminta para kepala daerah bekerja dengan optimal untuk mengatasi inflasi di daerah. Bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan seperti TNI, Polri, BPS hingga Bank Indonesia untuk mengidentifikasi berbagai penyebab inflasi meningkat.

"Tetap bekerja sama untuk mengidentifikasi apa masalah inflasi di daerah masing-masing," kata dia.

Tak hanya itu, Pemda juga harus mengaktifkan kembali satgas pangan daerah yang tugas utamanya memonitor harga-harga setiap hari, khususnya di Dinas Perdagangan. Hasil pemantauan tersebut juga harus disampaikan secara bertahap hingga ke tingkat pusat.

"Mengaktifkan Satgas pangan di daerah. Cek semua harga setiap hari," pungkasnya. [bim]