Soal Rencana Pembangunan Landasan Roket SpaceX di Papua, Ini Kata Kepala BKPM

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah ingin bangun landasan roket di Biak, Papua. Saat ini pemerintah masih melakukan kajian lebih dalam mengenai rencana pembangunan tersebut.

"Tapi kalau ditanya di mana itu memang potensi di wilayah timur. Lokasi di mana belum bisa kami sampaikan .Tapi bahwa ada potensi, iya potensi itu ada, doain ya," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers virtual Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dalam Kemudahan Berusaha, Rabu (24/2/2021).

Dia mengatakan, sebetulnya pembahasan ini belum sampai publik. Pihaknya bakan meminta waktu untuk menyelesaikan proses negosiasi terkait dengan rencana tersebut.

"Roket peluncuran kami sampai dengan sekarang jujur, kalau cerita-cerita informal dan formal ada, tapi belum untuk saya sampaikan ke depan publik mohon kasih kami waktu biar kami clear-kan dulu," jelas dia.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengundang CEO Tesla Elon Musk untuk melihat Indonesia sebagai lokasi fasilitas landasan peluncuran roket SpaceX.

"CEO Tesla Elon Musk menanggapi undangan Presiden Joko Widodo dengan rencana mengirimkan timnya ke Indonesia pada bulan Januari 2021 untuk menjajaki semua peluang kerja sama tersebut," ujar Juru Bicara menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis pada 12 Desember 2021.

Ajakan Jokowi itu bermula dari perbincangannya bersama Elon Musk melalui sambungan telepon pada Jumat, 11 Desember 2020. Didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jokowi dan Elon Musk membahas mengenai peluang investasi Tesla di Indonesia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Perusahaan Roket Elon Musk SpaceX Terima Suntikan Dana Rp 11,9 Triliun

Elon Musk, founder Tesla dan SpaceX. Sumber: Business Insider
Elon Musk, founder Tesla dan SpaceX. Sumber: Business Insider

Sebelumnya, Perusahaan penerbangan antariksa SpaceX menyelesaikan putaran pendanaan terbarunya sebesar USD 850 juta (setara Rp 11,9 triliun) pada pekan kedua Februari 2021. Demikian menurut informasi sejumlah pihak yang mengetahui hal ini.

Mengutip laporan CNBC, Rabu (17/2/2021), dengan suntikan dana tersebut, valuasi perusahaan antariksa milik Elon Musk itu meroket jadi USD 74 miliar.

Sumber CNBC menyebut, SpaceX mengumpulkan dana baru dengan nilai USD 419,99 per lembar saham.

Dana segar ini membuat nilai valuasi SpaceX melonjak 60 persen. Sebelumnya pada Agustus 2020, SpaceX mengumpulkan pendanaan sekitar USD 2 miliar yang membuat nilai valuasinya menjadi USD 46 miliar saat itu.

Pendanaan ini masuk saat SpaceX tengah mengembangkan dua proyek yang membutuhkan modal, secara bersamaan.

Proyek Besar SpaceX

Proyek pertama adalah Starlink, yakni upaya pembangunan satelit untuk memberikan jaringan internet dari atas Bumi.

Diperkirakan, Starlink akan menghabiskan USD 10 miliar untuk membangunnya. Kendati demikian, Starlink diprediksi bisa menghasilkan USD 30 miliar untuk perusahaan.

SpaceX telah meluncurkan setidaknya 1.000 satelit Starlink. Layanan internet melalui Starlink ini pun telah diuji beta untuk konsumen di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris.

Proyek lainnya adalah roket Starship SpaceX yang tengah dikembangkan. Selama beberapa waktu terakhir, SpaceX telah sukses meluncurkan beberapa prototipe Starship dan mendaratkannya dengan selamat dalam uji coba.

Masih terkait Starship, SpaceX juga mau mengembangkan sistem roket yang bisa digunakan berulang kali untuk penerbangan komersial. Dengan begitu, upaya bepergian ke luar angkasa bisa menghemat biaya.

Ambisi SpaceX memang sangat banyak. Sebelumnya, perusahaan penerbangan antariksa Elon Musk, SpaceX, berencana mengirimkan misi luar angkasa dengan awak berasal dari warga sipil untuk pertama kalinya.

Rencananya, misi luar angkasa bernama Inspiration4 ini akan diluncurkan pada akhir 2021. Fokus misi ini adalah amal dan dikomandoi oleh wirausaha bidang teknologi, Jared Isaacman.

Dalam pengumuman perusahaan, SpaceX menyebut, pihaknya akan memilih tiga orang warga sipil lain untuk menjadi awak Crew Dragon, menemani Jared Isaacman.

Mengutip The Verge, Selasa (2/2/2021), Isaacman merupakan seorang pilot terlatih sekaligus CEO perusahaan teknologi Shift4 Payments. Ia menyebut telah mendonasikan USD 100 juta pada rumah sakit anak-anak St. Jude.

Isaacman bermaksud untuk mengajak banyak orang berdonasi hingga mengumpulkan USD 200 juta bagi rumah sakit anak-anak St. Jude.

Nantinya, tiap orang yang berdonasi minimal USD 10 berkesempatan terpilih menjadi awak dari misi luar angkasa SpaceX ini.

"Tiga orang akan dipilih untuk mewakili pilar misi kepemimpinan, harapan, murah hati, dan kemakmuran. Meski satu orang sudah terpilih, awak kru lengkap baru akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan," kata SpaceX.

Elon Musk pun mengatakan, misi ini merupakan tonggak penting untuk memungkinkan akses ke ruang angkasa bagi semua orang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: