Soal Selebgram Kabur dari Karantina, Satgas IDI: Jangan Merasa Punya Privilese

·Bacaan 2 menit
Warga negara Indonesia (WNI) usai menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Pemerintah mewajibkan WNI yang baru tiba di Indonesia untuk melakukan isolasi selama lima hari guna menghindari penularan COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban meminta agar masyarakat tetap mematuhi aturan karantina setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

Dia menyatakan, setiap masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam pelaksanaan aturan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Zubairi pada unggahan di akun media sosial twitter @ProfesorZubairi.

"Siapa pun Anda. Yang diduga selebgram dan diduga kabur, serta diduga dibantu petugas. Anda tak dapat meninggalkan karantina atas alasan apa pun," kata Zubairi dalam unggahannya.

Dia juga mengingatkan pelanggaran terkait protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 dapat menimbulkan banyak dampak. Selain dirinya sendiri, juga mengenai penularan virus Covid-19.

"Hal itu menempatkan risiko bagi masyarakat. Apalagi jika Anda datang dari negara berisiko super tinggi. Jangan merasa punya privilese," jelas dia.

Untuk diketahui, masa karantina pelaku perjalanan internasional ke Indonesia baik itu WNA maupun WNI harus dilakukan selama 14 x 24 jam khusus untuk kedatangan dari negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Sedangkan kedatangan dari negara dengan eskalasi kasus positif Covid-19 rendah, maka karantina dilakukan selama masa 8 x 24 jam.

Sementara itu, Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan proses hukum terkait kaburnya selebgram Rachel Vennya saat masa karantina tengah berjalan.

"Terkait kasus WNI yang meninggalkan masa karantina di Wisma Atlet sebelum waktunya, maka pemerintah memastikan proses hukum sedang berjalan. Satgas menjunjung tinggi penerapan aturan yang berlaku dan menegakkan kedisiplinan untuk melindungi keselamatan masyarakat," tegas Wiku dalam konferensi virtual, Kamis (14/10/2021).

Pun, ia mengingatkan kepada seluruh pelaku perjalanan internasional agar mentaati aturan terutama kekarantinaan terlebih selama pandemi Covid-19.

"Kepada seluruh pelaku perjalanan internasional, kami meminta untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan dan jangan melanggar karena akan dikenakan sanksi yang tegas," ujarnya.

Diduga Dibantu Aggota TNI

Sebelumnya, nama selebgram Rachel Vennya kembali menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Rachel Vennya dikabarkan kabur dari Wisma Atlet Pademangan usai berlibur di Amerika Serikat.

Salah seorang anggota TNI diduga membantu Rachel Vennya. Hal itu terungkap dari keterangan Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel