Soal Taliban Janji Berubah, Ini Kata Pengungsi Afghanistan di Bogor

·Bacaan 2 menit

VIVATaliban melalui juru bicarannya Zabihullah Mujahid mengumumkan kelompoknya telah berubah tak seperti pada pertama kali berkuasa. Mereka mengklaim akan menghormati hak-hak perempuan termasuk untuk bekerja menurut syariat Islam.

“Taliban tidak akan pernah berubah. Saya tidak percaya dengan mereka. Mereka berbahaya,” kata Zia Gul Noori salah satu perwakilan pengungsi yang menyikapi pernyataan Taliban yang tinggal di Cisarua Refugee Learning Centre, di Kampung Ciburial, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Di mata pengungsi, kata Zia, Taliban adalah kelompok yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Emirat (Kerajaan) Islam Afghanistan. Kelompok ini merupakan pergerakan politik religius Islamis Deobandi atau Sunni.

Baca Juga: Kisah Ratusan Pengungsi Afghanistan di RI dan Berakhir Bunuh Diri

Zia juga mengatakan, Taliban merupakan organisasi militer di Afghanistan, yang dianggap oleh banyak pemerintah dan organisasi dunia sebagai teroris.

“Ketika mereka (Taliban) tiba ke Afghanistan, mereka menjarah aset-aset nasional Afganistan. Taliban menguasai hampir semua kota-kota besar di sekitar ibu kota Afghanistan, Kabul,” cetus Zia.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Zia itu, berkuasnya Taliban membuat pupus harapan para pengungsi asal Afghanistan untuk tidak kembali pulang ke kampung halaman.

“Para pengungsi Afghanistan tidak bisa kembali ke negara asalnya, sebagaimana yang kalian semua ketahui Afghanistan dikendalikan oleh Taliban akhir-akhir ini,” jelasnya menggunakan bahasa Inggris yang cukup fasih.

“Ketika mereka (Taliban) tiba ke Afghanistan, mereka menjarah aset-aset nasional Afghanistan. Mereka sengaja membakar taman kota di sana karena pahatan di taman yang mereka bakar lumayan mahal (agar negara Afghan rugi besar),” ucap Zia.

Kabar terakhir, lanjut Zia, Taliban juga membunuh sembilan pria Hazara (Hazara adalah nama etnissuku minoritas di Afghanistan) dengan keadaan yang sangat parah.

Zia adalah salah satu imigran asal Afghanistan bersuku Hazara. Di mana komunitas suku ini mayoritas menganut keyakinan Muslim Syiah. Di mana suku ini banyak menjadi korban dari Taliban.

“Mereka tidak bisa kembali pulang ke negaranya dan tidak pula tinggal di sini terus,” ucapnya.

Seperti diketahui, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, meninggalkan Kabul pada Minggu 15 Agustus lalu menyusul Taliban memasuki ibu kota. Taliban mengambil alih pemerintahan dan Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul. Taliban kini menamakan pemerintahan negara Emirat Islam Afghanistan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel