Soal Tersangka Baru Kasus Suap Hakim Agung MA, Firli: Akan Diumumkan Secara Resmi

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menetapkan tersangka baru kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Sosok tersebut disebut bernama Gazalba Saleh (GS), menjabat sebagai Hakim Agung dI Mahkamah Agung.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, informasi rinci akan dirilis saat penetapan tersangka.

"Nanti KPK akan umumkan secara resmi siapa saja. Apakah masih ada tersangka lain yang akan kita tetapkan sebagai tersangka," kata Firli usai mengikuti Upacara Hari Pahlawan di TMP Kalibata Jakarta, Kamis (10/11).

Firli berjanji, dirinya akan menyampaikan apa yang saat ini masih menjadi kesimpangsiuran. Termasuk kasus yang menjerat GS, apakah kasus baru atau pengembangan terhadap kasus sebelumnya yang juga menyeret Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

"Nanti saya sampaikan lengkap. Saya tidak mau mendahului," Firli menandasi.

Berdasarkan informasi, tersangka baru tersebut merupakan kolega dari Sudrajad Dimyati, Hakim Agung nonaktif yang sudah menjadi tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di MA.

"Ada (tersangka baru). Temannya (Sudrajad Dimyati). Hakim Agung juga," ungkap seorang sumber saat dikonfirmasi, Rabu 9 November 2022, malam.

Sudrajad Dimyati Ditahan KPK

Sudrajad Dimyati kini ditahan di Rutan KPK. Dimyati disangka menerima suap terkait dengan kasasi pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Dimyati diduga menerima Rp800 juta untuk memutus koperasi tersebut telah bangkrut.

Kasus kepailitan Koperasi Simpan Pinjam Intidana ini sendiri telah diputus oleh Mahkamah Agung. Dimyati yang menjadi hakim ketua dalam perkara itu menyatakan koperasi yang beroperasi di Jawa Tengah tersebut pailit. Padahal dalam tingkat pertama dan kedua, gugatan yang diajukan oleh Ivan dan Heryanto itu ditolak.

Dalam kasus suap ini, Dimyati tak sendiri. KPK juga menjerat sembilan tersangka lainnya, yakni panitera pengganti MA Elly Tri Pangestu, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria, dan Muhajir Habibie serta dua PNS MA Nurmanto Akmal serta Albasri.

Sementara, yang diduga sebagai pemberi suap yakni dua orang pengacara bernama Yosep Parera dan Eko Suparno, serta dua pengurus koperasi Intidana, yakni Heryanto Tanaka, serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Reporter: Radityo

Sumber: Liputan6.com. [tin]