Soal Tim Satelit, Suzuki Putuskan April

Lewis Duncan
·Bacaan 1 menit

Mereka merupakan tim pertama di MotoGP era modern, yang merebut titel juara dunia, tanpa adanya skuad satelit.

Saat ini, hanya Suzuki dan Aprilia yang tidak punya tim satelit di antara peserta MotoGP. Tak heran kalau Brivio menginginkannya. Alasan lain adalah untuk mengumpulkan banyak data soal performa motor. Hanya punya dua pembalap untuk mengumpulkan data, tentu tak cukup.

Sebagian besar tim-tim pabrikan dan independen, kecuali KTM, terbuka untuk memperpanjang kontrak dengan Dorna Sports, akhir tahun ini. Tim produsen motor Austria tersebut dinaungi ikatan kerja sama dengan promotor hingga lebih dari 2021.

Gresini juga telah mendaftar dalam jangka panjang, karena mereka memisahkan diri dari operasi pekerjaan Aprilia pada 2022.

Kalau semua petinggi Suzuki, terutama yang berhubungan dengan tim MotoGP, setuju, kemungkinan skuad satelit mengaspal mulai 2022. Sebab mereka mesti menyiapkan motor ekstra.

Baca Juga:

Davide Brivio Ungkap Tiga Langkah Suzuki Musim Depan Suzuki Akui Berat Lakoni Dua Balapan Beruntun di Satu Sirkuit

“Tentang tim satelit, kami bicara banyak soal itu. Dari beberapa sudut pandang, Anda mungkin berpikir itu tidak perlu karena kami telah memegang titel juara. Tapi para engineer kami tidak setuju dengan itu, karena di trek, kami rasa perlu mendapat informasi lebih dan dua pembalap, dalam situasi tertentu tidak cukup, terutama saat kondisi cuaca di mana hanya punya sedikit sesi dalam keadaan kering. Jika punya lebih banyak pembalap akan memberi informasi lebih,” ujarnya.

“Jadi sangat sulit (mengumpulkan data) daripada pabrikan lain. Bisa dikatakan, kami sebagai tim pabrikan ingin memiliki lebih banyak informasi dan membaginya, tapi proyek ini harus mendapat restu dari top management dan proyek ini sedang berjalan.

“Targetnya (punya tim satelit) pada 2022 kami mesti menentukan secepatnya, bisa dikatakan sebelum Maret, maksimal April kalau tidak kami tidak punya waktu untuk mengatur.”