Soal Tujuan Wisata, Kuala Lumpur Kalahkan Jakarta

TEMPO.CO , Jakarta: Kawasan Asia Pasifik adalah zona dengan pertumbuhan wisata tertinggi sedunia. Tak hanya banyak dikunjungi turis, daerah di dekat Laut Cina Selatan ini juga mendapat pemasukan dari sektor pariwisata yang besar. Itu adalah hasil survei yang digelar Mastercard dalam tajuk Mastercard Global Destination Cities Index 2012.

Mastercard Global Destination Cities Index adalah kajian tahunan yang digelar jaringan pengiriman uang dari perusahaan berlogo Mastercard. Kajian tahun ini yang dikeluarkan pertengahan Juni 2012 mengambil responden 132 kota utama dunia yang acap disambangi turis.

Menurut kajian yang dimuat di newsroom.mastercard.com pada Selasa, 19 Juni 2012, jumlah pengunjung di kawasan Asia Pasifik tumbuh 9,5 persen pada 2012 mencapai 77,6 juta pelancong. Mereka menghabiskan hingga US$ 104,7 juta pada tahun ini, naik dari US $ 90,8 juta di tahun lalu.

Sayangnya dari survei sepuluh kota paling banyak dikunjungi, Jakarta jadi juru kunci. Posisi teratas dikuasai Bangkok dengan 12,2 juta kunjungan wisatawan dan Jakarta hanya berada di posisi sepuluh dengan 2,8 juta pelancong per tahun. Bahkan Jakarta kalah jauh dengan Kuala Lumpur (nomor empat) yang berhasil menarik 8,1 juta pengunjung dunia.

Ibu kota Thailand, Bangkok, berhasil mempertahankan posisinya menjadi tujuan wisata utama di kawasan Asia Pasifik. Tak hanya jumlah pelancong yang tinggi tapi pendapatan dari turis juga tertinggi di antara kota-kota di Asia Pasifik. Pengunjung paling royal di Bangkok berasal dari Tokyo, Hong Kong, dan Seoul.

Dan Jakarta pun terdepak dari jajaran sepuluh kota tempat pelancong menghabiskan duit. Survei tersebut menunjukkan Kuala Lumpur adalah juru kunci di posisi sepuluh kota tujuan untuk menghabiskan duit di Asia Pasifik. Ibu kota Malaysia ini berhasil mengumpulkan US$ 6,4 juta dari kunjungan turis asing.

DIANING SARI

Berita lain:

Terhambat Dana, Jogja Java Carnival Ditiadakan 

Perangko Termahal Indonesia Dimiliki Warga Asing

Bantul Gelar Festival Seni Parangtritis 

Alasan Legoland Pilih Malaysia 

Malaysia Miliki Legoland Pertama di Asia  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.