Social Distancing? Jangan ke Rumah Teman selama Pandemi Virus Corona Masih Berlangsung

Fimela.com, Jakarta Social distancing dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk memutus rantai penyebaran virus Corona saat ini. Ya, dengan melakukan social distancing, kamu diharapkan menjaga jarak sosial dengan semua orang, sebanyak mungkin, sebisa mungkin.

Selama pandemi virus Corona saat ini, social distancing dilakukan dengan berdiam diri di rumah, tanpa melakukan aktivitas sosial apapun di luar rumah. Tentu saja banyak orang merasa bosan, terutama bagi mereka yang terbiasa bertemu banyak orang dalam kehidupan sehari-hari, apa kamu salah satunya?

Lantas, pertanyaan yang muncul adalah apakah masih boleh pergi ke rumah teman selama pandemi virus Corona? Dilansir dari huffpost.com, Minggu (22/3/2020), para pakar kesehatan kompak menyarankan kamu untuk tetap di rumah.

 

 

Jangan ke rumah teman

Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: pexels.com/Bruce Mars.

Social distancing tidak hanya dimaksudkan agar kamu menghindari bar dan restoran, namun juga tidak mengunjungi teman yang tampak sehat di rumahnya. Saat ini, semua orang seharusnya bersikap seperti orang yang terinfeksi, mereka harus bisa meminimalisir risiko bagi diri sendiri, keluarga, teman, dan semua orang di lingkungan sekitar.

Penelitian baru di Tiongkok menunjukkan bahwa orang yang tidak mengalami gejala atau asimptomatik justru yang paling banyak menularkan virus Corona. Banyak kasus dengan gejala ringan, sehingga orang-orang yang mengalaminya tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.

Inilah mengapa sangat penting untuk membuat lingkaran sosial menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi antisosial saat ini. Satu-satunya yang masih bisa kamu temui adalah mereka yang tidak bisa dihindari atau mereka yang hidup satu rumah denganmu selama pandemi ini.

Bersosialisasi tetap dapat dilakukan tanpa meninggalkan rumah

Ilustrasi minum teh./Copyright pexels.com/@thiago-s-fotografias

Selama vaksin untuk virus Corona ini belum ditemukan, satu-satunya cara yang bisa dilakukan bersama adalah membatasi penyebaran virus. Virus tidak bisa hidup sendiri, ia membutuhkan inang, dan jika kamu memutuskan untuk terus berkumpul bersama orang lain, bahkan dalam kelompok yang sangat kecil, risikonya adalah memberikan kesempatan bagi virus tersebut bertahan dalam populasi.

Social distancing terasa begitu sulit karena manusia adalah makhluk sosial. Kita menginginkan dan mendambakan pengalaman interaksi dengan manusia lainnya. Temukan cara terbaik untuk merasa normal, seperti melakukan panggilan video.

Social distancing bukan berarti kamu tidak bisa bersosialisasi. Social distancing artinya kamu hanya harus melakukannya di rumah untuk sementara waktu. Selamat mencoba!

#ChangeMaker