SoftBank suntikan 60 juta Dolar AS untuk anak perusahaan Axiata

·Bacaan 2 menit

SoftBank Corporation menyuntikan dananya sebesar 60 juta Dolar AS kepada salah satu anak perusahaan Axiata untuk menyokong perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang telekomunikasi itu dari sisi pemasaran digital.

Dengan penanaman investasi itu, kini Softbank memiliki 23,07 dari saham Perusahaan ADA sebagai anak perusahaan Axiata.

Dalam keterangan persnya, Kamis, ADA berperan menjadi mitra utama dalam pemasaran digital dan data di Asia Pasifik yang digandeng oleh pihak Softbank.

Baca juga: Hyundai ambil alih perusahaan robot AS dari SoftBank

Baca juga: Luhut sebut Softbank ingin investasi pembangunan ibu kota baru


​​​​​Tujuan kerja sama itu untuk memanfaatkan jaringan perusahaan dalam mengembangkan dan memberikan solusi-solusi pemasaran digital yang menggabungkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) milik ADA.

Kerja sama ini juga memungkinkan SoftBank untuk memperluas rekam jejaknya di Asia, dengan membawa platform data pelanggan (CDP) bernama “Treasure Data”, dan jaringan konsumen dari aplikasi komunikasinya, “LINE”, untuk memenuhi kebutuhan berbagai brand dan pemasaran.

“Sejak kami memasuki pasar modal di tahun 2018, kami telah menerapkan strategi pertumbuhan Beyond Carrier dengan melebarkan sayap ke area-area bisnis baru, selain dari bisnis telekomunikasi, " kata Representative Director & Chairman SoftBank Corp., Ken Miyauchi dalam keterangannya.

"Kerja sama yang kami lakukan dengan ADA menandai tema baru dalam strategi pertumbuhan bisnis yang kami miliki, yang memungkinkan untuk memperluas bisnis pemasaran digital di luar Jepang, dengan memanfaatkan kehadiran ADA di Asia sebagai perusahaan data dan AI terkemuka. Kami sangat antusias dengan kerja sama ini karena dapat membantu percepatan transformasi digital bagi bisnis- bisnis di Asia-Pasifik,” kata Ken Miyauchi.

Tentunya pihak Axiata menyambut baik kerjasama itu untuk mendorong penggunaan teknologi kecerdasan buatannya mengembangkan bisnis dengan perusahaan yang membesut “LINE” itu.

“Saat ini, semakin banyak brand di Asia yang beralih ke analisis data dan AI untuk membuat produk dan layanan yang unggul di tengah-tengah industri pemasaran digital yang sangat kompetitif. Dengan adanya peningkatan bisnis dan modal ini, kami akan mengembangkan model-model AI untuk penargetan yang presisi, berinvestasi di analisis konten, serta membangun platform data untuk memberikan insights dan membantu pelaku bisnis,” ujar President & Group Chief Executive Officer Axiata, Dato’ Izzaddin Idris.


Baca juga: Grab dapat suntikan dana 2 miliar dolar AS

Baca juga: Presiden Jokowi terima pimpinan Softbank dan Grab

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel