Sofyan Djalil bersyukur penggantinya adalah Hadi Tjahjanto

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengaku dirinya bersyukur begitu mengetahui penggantinya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN adalah Hadi Tjahjanto yang menurutnya sosok yang sangat berdedikasi pada negara.

"Saat saya dipanggil Bapak Presiden dan saya tanya, bahwa pengganti saya adalah Pak Hadi, spontan saya Alhamdulillah, Pak. Two thumbs up, Pak," kata Sofyan menceritakan perbincangannya saat dipanggil oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (14/6) lalu.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, Sofyan mengatakan bahwa dirinya mengetahui bahwa Hadi Tjahjanto adalah orang yang dapat diandalkan dalam memimpin Kementerian ATR/BPN.

"Pak Hadi adalah orang yang baik, seorang prajurit sejati yang berdedikasi kepada kebaikan bangsa. Insya Allah akan memimpin kementerian ini menjadi lebih baik,” kata Sofyan Djalil.

Sofyan menjelaskan masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan pada Kementerian ATR/BPN, salah satu di antaranya adalah Reforma Agraria yang beberapa waktu lalu baru diselenggarakan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit di Wakatobi.

"Reforma Agraria sebelumnya memang agak lemah, namun kita maju dalam hal legalisasi aset. Dari segi sertifikat yang kita keluarkan hari ini alhamdulillah sudah lebih dari 80 juta,” kata Sofyan.

Selain itu PR lainnya yang harus diselesaikan menurut Sofyan adalah memerangi mafia tanah. Dia menyebut saat ini Kementerian ATR/BPN dibantu dari kepolisian dan kejaksaan.

Menteri ATR/Kepala BPN yang baru Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menyampaikan terima kasihnya atas kerja yang telah dilakukan oleh Sofyan Djalil sebelumnya. Dia mengatakan akan meneruskan dan menyelesaikan program yang sudah ada.

"Prestasi yang sudah ditunjukkan Bapak Sofyan Djalil salah satunya adalah ketika membagikan sertifikat. Presiden menargetkan dan Pak Sofyan Djalil tepat sesuai dengan target dari Pak Presiden. Dan saat ini sudah mencapai 80 juta sertifikat,” kata Hadi.

Dia mengatakan akan meneruskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hingga terselesaikan sesuai target.

"Inila yang akan saya teruskan nantinya. Target 126 juta itu harus tercapai. Walaupun dari sisa 80 juta itu masih terdapat status-status yang perlu kita lihat turun langsung ke lapangan,” katanya.

Hadi mengatakan kepada jajarannya untuk bekerja menyelesaikan berbagai program dan permasalahan pertanahan baik dari Direktorat Jenderal di kementerian maupun Kanwil BPN di tiap daerah.

“Saya yakin permasalahan ini dapat terselesaikan. Dan pasukan-pasukan khusus kita adalah yang ada di lapangan, adalah para Kanwil BPN yang benar-benar harus mengawal proses ini dengan baik membantu para Dirjen yang ada di pusat. Itu semua akan kita kerjakan,” tegas Hadi Tjahjanto.


Baca juga: Hadi Tjahjanto ditugasi selesaikan sertifikat tanah hingga lahan IKN
Baca juga: Menteri Hadi Tjahjanto diharapkan tuntaskan reforma agraria
Baca juga: Menteri ATR: Sebanyak 34 juta sertifikat tanah dibuat dalam 5 tahun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel