Sogok Pendukung dengan Alkohol, 5 Fakta Menarik dalam Sejarah Pemilu AS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemilu AS tahun ini akan segera diselenggarakan dalam hitungan jam.

Dalam proses kampanye hingga Hari Pemilu tiba, banyak kejadian telah terjadi. Mulai dari perdebatan sengit antara Donald Trump dan Joe Biden hingga kontroversi di debat perdana kedua kandidat.

Menengok sejarah dalam pemilu AS, berbagai peristiwa unik dan menarik juga telah terjadi.

Melansir laman Thirteen, Selasa (3/11/2020), berikut adalah beberapa fakta dan peristiwa menarik yang telah terjadi selama sejarah pemilu AS:

1. George Washington Sogok Pendukung dengan Alkohol

Presiden pertama Amerika Serikat George Washington. (History.com)
Presiden pertama Amerika Serikat George Washington. (History.com)

Pada tahun 1758, George Washington, yang saat itu menjadi kandidat muda untuk Virginia House of Burgesses - majelis legislatif pertama dari perwakilan terpilih di Amerika Utara - membeli minuman dalam jumlah besar pada Hari Pemilu.

Washington menghabiskan seluruh anggaran kampanyenya sebesar 50 pound untuk membeli 160 galon minuman keras yang disajikan kepada 391 pemilih.

Kebiasaan membeli suara dengan minuman keras adalah salah satu tradisi Inggris yang diimpor ke koloni Amerika.

Washington juga mengikuti tradisi Virginia di mana barel minuman keras digulung ke halaman gedung pengadilan dan tempat pemungutan suara pada Hari Pemilu.

2. Waktu Pemilu Berdasarkan Cuaca dan Hari Panen

Bendera Amerika Serikat (unsplash.com/ben mater)
Bendera Amerika Serikat (unsplash.com/ben mater)

Pada tahun 1800-an, ekonomi agraria melibatkan sebagian besar orang Amerika.

Pada tahun 1840, bertani merupakan pekerjaan dari 69 persen orang Amerika. Para petani tidak dapat bepergian dengan mudah sampai panen selesai.

Selain itu, dimulainya kondisi musim dingin di daerah yang memiliki kondisi musim dingin membuat perjalanan menjadi masalah, sehingga pemilihan terjadi pada akhir musim gugur.

3. Orang dengan Gangguan Jiwa Dilarang Memilih di Ohio

Pemandangan bendera nasional AS yang berkibar setengah tiang di Gedung Putih, Washington DC, Minggu (4/8/2019). Presiden Donald Trump memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang selama lima hari sebagai simbol dukacita atas dua penembakan massal di El Paso, Texas, dan Ohio. (Eric BARADAT/AFP)
Pemandangan bendera nasional AS yang berkibar setengah tiang di Gedung Putih, Washington DC, Minggu (4/8/2019). Presiden Donald Trump memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang selama lima hari sebagai simbol dukacita atas dua penembakan massal di El Paso, Texas, dan Ohio. (Eric BARADAT/AFP)

Konstitusi Ohio melarang orang dengan gangguan jiwa untuk memilih.

Artikel V, Bagian 6 dari konstitusi Ohio menyatakan "Tidak ada orang idiot, atau orang gila, yang berhak atas hak istimewa seorang pemilih."(Diratifikasi: 1851)

4. Presiden Amerika yang Tidak Terpilih

19-1-1977: Presiden AS Gerald Ford Ampuni Propagandis Tokyo Rose (Biography.com)
19-1-1977: Presiden AS Gerald Ford Ampuni Propagandis Tokyo Rose (Biography.com)

Satu-satunya Presiden dan Wakil Presiden yang tidak terpilih untuk menjabat adalah Gerald Ford.

Menggunakan Amandemen ke-25, Presiden Richard Nixon menunjuk Ford sebagai Wakil Presiden setelah Spiro Agnew mengundurkan diri dari jabatannya.

Sembilan bulan kemudian, Presiden Nixon mengundurkan diri dan Gerald Ford pun menggantikannya.

5. Presiden Dipilih Hanya Beberapa Hari Sebelum Pelantikan

Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)
Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)

Jika menurut Anda Amerika Serikat mengalami penantian yang sangat lama untuk mengetahui pemenang pemilihan antara Bush-Gore pada tahun 2000 (pertempuran penghitungan ulang Florida memakan waktu 36 hari), Anda harus tahu bahwa pemilihan tahun 1876, diperdebatkan dengan sengit selama berbulan-bulan.

Samuel J. Tilden dari Partai Demokrat, New York mengalahkan Republikan Ohio, Rutherford B. Hayes dengan tipis dalam perolehan suara terbanyak, dan memperoleh 184 suara elektoral dibandingkan dengan 165 Hayes, dengan 20 suara elektoral belum dihitung.

Perdebatan sengit tersebut adalah 19 suara elektoral di Florida, Louisiana, dan Carolina Selatan, dengan masing-masing partai melaporkan kandidatnya telah memenangkan suara di negara bagian.

Sementara di Oregon, satu pemilih dinyatakan diangkat dan diganti secara ilegal.

20 suara elektoral yang disengketakan ini akhirnya diputuskan oleh komisi yang terdiri dari delapan Republik dan tujuh Demokrat yang memberikan semuanya kepada kandidat dari Partai Republik, Hayes. Dia dinyatakan sebagai pemenang hanya tiga hari sebelum pelantikan yang dijadwalkan pada 5 Maret 1877, ketika masa jabatan Presiden Grant berakhir.

Kompromi yang terkenal pada tahun 1877 membuat Demokrat menyetujui pemilihan Hayes, dengan imbalan penarikan pasukan federal dari Selatan.

Peta Hasil Pemilu AS 2020

Saksikan video pilihan di bawah ini