Solo ikuti arahan Pemprov Jateng terkait penjualan daging anjing

Kota Solo akan mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait penjualan daging anjing di seluruh daerah.

"Segera kami tindak lanjuti, kan sudah ada imbauan," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming di Solo, Senin.

Disinggung mengenai rencana Pemkot Surakarta mengundang para penjual daging anjing untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut, dikatakannya, akan dilakukan segera.

"Ya nanti, sambil jalan ya. Yang jelas kami ikuti arahan provinsi," katanya.

Untuk pengaturan larangan penjualan daging anjing, dikatakannya, akan diatur melalui peraturan daerah (perda). Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan penyusunan perda akan dilakukan.

Baca juga: DMFI minta Pemkot Surakarta kaji ulang peredaran daging anjing

Baca juga: Pemerintah Solo Raya diinstruksikan melarang konsumsi daging anjing

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 524.3/2417 tentang Jual Beli Daging Anjing. Pada SE tersebut diatur mengenai larangan penjualan daging anjing.

SE tersebut ditujukan kepada kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten atau Kota se-Jawa Tengah.

Dalam surat tersebut disebutkan sejumlah pertimbangan terkait pelarangan perdagangan daging anjing, salah satunya Undang-Undang (UU) Nomor 18/2009 yang telah diubah menjadi UU Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di mana anjing merupakan hewan peliharaan dan bukan ternak, sehingga tidak diperuntukkan untuk pangan atau dikonsumsi.

Baca juga: Jateng gandeng tokoh agama gencarkan setop konsumsi daging anjing

Baca juga: Jakarta Barat pantau pasar antisipasi penjualan daging anjing

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel