Solskjaer Sebut Liga Super Eropa Ide Buruk dan Tak Suka Konsepnya

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, buka suara mengenai gegernya dunia sepakbola usai munculnya Liga Super Eropa. Solskjaer pun dengan tegas, menyebut Liga Super Eropa adalah sebuah ide buruk yang bisa merusak piramida sepakbola.

Sebelumnya, MU adalah salah satu klub yang mengklaim sebagai pendiri Liga Super Eropa. Namun, setelah mendapatkan protes dari para penggemar mereka, The Red Devils akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Liga Super Eropa.

Menurut Solskjaer, dirinya sangat senang dengan para penggemar yang telah berjuang keras untuk mendesak manajemen agar MU keluar Liga Super Eropa. Sebab, manajer asal Norwegia itu mengaku, sangat tidak suka dengan konsep yang ditawarkan Liga Super Eropa.

"Saya senang para penggemar telah menyuarakan pendapat mereka dan kami mendengarkan mereka. Saya sendiri adalah seorang suporter. Akan ada hari ketika saya kembali dan menonton pertandingan MU. Makanya, saya tidak menyukai dengan konsepnya (Liga Super Eropa)," kata Solskjaer, seperti dikutip Triball Football, Sabtu 24 April 2021.

"Kami ingin tetap menjadi bagian dari perjalanan sepakbola Eropa. Tetapi, Anda tidak bisa begitu saja mendapatkannya karena nama besar. Anda harus mendapatkan hak untuk berada di sana. Jadi, itu (Liga Super Eropa) adalah ide yang buruk," ujarnya.

Lebih lanjut, Solskjaer juga angkat bicara mengenai mundurnya salah satu petinggi MU Ed Woodward akibat kerterlibatannya dalam proyek Liga Super Eropa. Menurut Solskjaer, mundurnya Woodward karena kepentingan sepakbola yang sangat menguras emosi.

"Sepakbola adalah emosi dan emosi pasti mengalir tinggi dalam sepakbola. Saya memiliki hubungan baik dengan Ed, tapi klub harus bergerak tanpa dia, dan saya yakin, Manchester United selalu bergerak maju," ucapnya.

"Saya pun akan bekerja di sini selama Manchester United masih membutuhkan saya. Mudah-mudahan kami bisa mengakhiri musim ini dengan sukses dan Ed adalah bagian dari itu," tutur eks manajer Crystal Palace tersebut.