Solusi Kasus Nazarudin Cs Ada Dipundak SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah petinggi Partai Demokrat terseret-seret kasus dugaan korupsi Wisma Atlet. Solusi persoalan tersebut berada dipundak Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. 

Hal itu dikatakan  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (25/1). 

"Mengenai persoalan solusi, semua anggota dewan pembina menyerahkan kepada Pak SBY selaku ketua wanbin," kata Marzuki.

Marzuki mengemukakan, semua anggota wanbin menyerahkan kepada SBY selaku ketua wanbin. Jadi tidak ada desakan, namun intinya PD harus selamat dari tsunami yang saat ini menyerang.

Mengenai tudingan yang diarahkan kepadanya oleh anggota Wanbin Partai Demokrat Ahmad Mubarok, Marzuki menyatakan, tidak ada dukung-mendukung. 

"Tidak ada dukung- mendukung. Anas adalah kader PD, semua sayang dengan Anas apalagi dibilang rivalitas dan saya sudah tegur Mubarok saat rapat wanbin, karena di internal partai tidak ada rivalitas," katanya.

Dia mengatakan, semua mendukung hasil kongres. "Kita semua mendukung hasil kongres. Kita sebagai pejuang partai bersama-sama pendiri partai ikut membangun dan berjuang dalam pemilu sejak 2004 tidak mau partai ini terpecah belah, apalagi banyak kader baru yang tidak paham dengan perjuangan partai," katanya.

Tetapi, kata Marzuki yang juga Ketua DPR RI, semua sepakat partai harus diselamatkan karena hasil pooling PD semakin terpuruk yang tidak berkorelasi dengan popularitas dan dukungan terhadap SBY.

"Pooling bulan Desember posisi PD sudah anjlok menjadi nomor tiga, hanya 14 persen, Golkar naik signifikan sekitar 18-19 persen, hanya dalam waktu enam bulan, sejak kasus Nazar muncul. Pooling Desember 2011. Mudah-mudahan ada solusi," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.