SOM G20 Culture tuai apresiasi para delegasi

·Bacaan 3 menit

Pelaksanaan The First Senior Officials Meeting (SOM) G20 Culture 2022 yang dilaksanakan pada Jumat (22/4) menuai apresiasi dan dukungan dari delegasi G20, kata pejabat Kementerian Pendidikan, Kebudayaaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Banyak negara merasa isu yang diangkat dalam SOM G20 Culture 2022 sangat penting untuk diangkat, tidak hanya karena kita masih berada dalam kondisi pandemi, tetapi juga karena dunia secara global menghadapi tantangan lainnya yaitu perubahan iklim," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan delegasi tersebut terdiri atas 19 negara G20, sembilan negara undangan khusus, dan organisasi internasional. Mereka mendukung dan menyambut antusias fokus yang diangkat Indonesia dalam pertemuan tersebut, yaitu “Jalan Kebudayaan untuk Hidup yang Berkelanjutan” atau Culture for Sustainable Living.

Pada kesempatan tersebut, Manajer G20 Culture Ministers Meeting Ananto Kusuma Seta mengatakan penyelenggaraan SOM G20 Culture 2022 bertepatan dengan Hari Bumi atau Earth Day.

Menurut Ananto, banyak negara menyampaikan perhatian mereka tentang isu perubahan iklim dan bagaimana upaya G20 dapat bergotong royong secara kebudayaan melalui forum kebudayaan G20 untuk mempromosikan cara-cara hidup berkelanjutan.

Baca juga: Kemendikbudristek kejar pemulihan berkelanjutan pada sektor kebudayaan

"Tema 'Jalan Kebudayaan untuk Hidup yang Berkelanjutan'” sangat erat dengan tantangan yang kita hadapi saat ini, salah satunya perubahan iklim, dan prinsip gotong royong yang kita angkat mendapat dukungan negara-negara peserta,” ujarnya.

Ananto yang juga sebagai Ketua Delegasi Indonesia yang memimpin jalannya sidang pertemuan tersebut mengatakan pelaksanaan The First SOM G20 Culture 2022 menghasilkan usulan dan tanggapan dari para delegasi tentang promosi cara-cara hidup berkelanjutan.

“Kita mendengarkan usulan dan tanggapan dari masing-masing negara dalam mempromosikan cara-cara hidup berkelanjutan, salah satunya dengan lebih memperhatikan keseimbangan antara aktivitas manusia dengan ekosistem alam melalui jalan kebudayaan. Negara-negara peserta mengapresiasi Indonesia dalam Presidensi G20 bidang kebudayaan ini," katanya.

Ananto menambahkan bahwa pertemuan ini juga menampung dan mengulas draf naskah akademik dari masing-masing negara untuk model pembangunan yang lebih berorientasi pada keadilan sosial-ekologis berdasarkan keragaman sumber daya budaya dengan mengangkat lima isu utama.

Pertama, mengenai peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan. Kedua, tentang dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari kebijakan berbasis budaya. Ketiga, tentang cultural commoning atau pengelolaan bersama atas sumber daya budaya yang mempromosikan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal.

Baca juga: Kemendikbudristek sebut kemungkinan Dana Indonesiana diangkat pada G20

Keempat, akses yang berkeadilan untuk peluang ekonomi budaya. Kelima, mobilisasi sumber daya internasional yang mengarusutamakan pemulihan berkelanjutan dengan menginisiasi suatu mekanisme pendanaan untuk pemulihan seni dan budaya yang sangat terpukul selama pandemi.

Untuk diketahui, usai pelaksanaan The First SOM G20 Culture 2022 masih menyisakan dua pertemuan pejabat tingkat tinggi dan satu pertemuan tingkat Menteri Kebudayaan.

Senior Officials Meeting (SOM) G20 Culture 2022 yang kedua akan dilaksanakan pada 19 Juli 2022 secara daring dan SOM ketiga digelar 12 September, sehari sebelum G20 Culture Ministers’ Meeting, yang dilaksanakan pada 13 September di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah secara hibrid.

Pada pertemuan para Menteri Kebudayaan ini, Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain Kirab Budaya, Rapat Raksasa, Orkestra G20, dan Ruwatan Bumi.

Kirab Budaya dan Rapat Raksasa rencananya akan dihadiri 2.000 pelaku budaya, masyarakat adat, dan komunitas budaya.

Baca juga: Pertemuan SOM G20 bahas lima agenda utama kebudayaan

Sedangkan Orkestra G20 akan melibatkan kolaborasi musisi dari negara-negara G20. Selain itu, Ruwatan Nusantara, Student Festival, Indonesia Bertutur, Konferensi Internasional Kebudayaan Indonesia, dan beragam kegiatan lainnya akan diselenggarakan untuk menyukseskan G20 bidang Kebudayaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel