Songsong Pemilu 2014, PPP ajak PKNU berkoalisi

MERDEKA.COM. Songsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sowan ke kantor Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) Jawa Timur.

Pertemuan berlangsung Sabtu (9/2) di Gedung Astranawa Jalan Gayungsari, Surabaya, Jawa Timur. Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam menyambut kedatangan Suryadharma yang datang bersama beberapa pengurus DPP PPP seperti Wakil Ketua Umum Lukman Hakim Saifuddin.

Agenda utama pertemuan tersebut membahas masalah Pemilu 2014. Partai berlambang kabah itu, ingin menggandeng PKNU, yang merupakan salah satu partai tak lolos verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta pada Januari lalu, untuk bergabung dengan PPP di Pemilu 2014 mendatang.

Seperti diketahui, untuk bisa mengikuti Pemilu 2014 mendatang, setiap partai yang ingin menjadi peserta Pemilu harus memenuhi persyaratan 75 persen kepengurusan di kabupaten/kota, 50 persen di tingkat kecamatan, dan 30 persen kepengurusan kaum perempuan. Dan PKNU tidak memenuhi prasyarat tersebut, namun, partai pecahan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, masih mengupayakan gugatan ke MK, agar bisa lolos.

Sementara itu, Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali hari ini menggelar pertemuan tertutup dengan Cak Anam, sapaan akrab Choirul Anam, untuk membahas masalah tersebut.

"Agenda kita dalam pertemuan ini adalah untuk membahas kerjasama secara alami dengan PKNU di Pemilu 2014 nanti. PPP dan PKNU memiliki background politik yang sama," kata Suryadharma usai pertemuan.

"Kalau kita ngomong NU, ngomong ahlussunah wal jamaah PKNU dan PPP memiliki kecocokan. Dalam dalam pertemuan ini, kita sudah ada kecocokan. Kita memiliki visi dan misi yang sama. Sementara soal keputusan maupun sikap PKNU menyikapi pertemuan ini, bisa ditanyakan langsung dengan Cak Anam, yang jelas kita sudah satu pandangan dan saling cocok saat membahas masalah ini," lanjut pria yang akrab disapa SDA ini.

Menurut Suryadharma, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama itu, jika sudah ada komunikasi dan saling ada kecocokan, tidak ada salahnya kalau PKNU dan PPP bergabung, baik dalam soal pencalegan, maupun membahas soal Pilpres nanti. "Kita akan melakukan koalisi secara alami, bukan peleburan partai. Jadi nanti kita bisa berbagi kursi," katanya.

Sementara itu, Cak Anam menegaskan, meski sudah ada kesepakatan soal kerjasama ini, PKNU belum berani memutuskan sebelum melakukan mekanisme di internal partai.

"Ya itu sudah dijawab sama Pak Surya (Suryadharma Ali). Soal keputusan itu kan masih belum. Kita masih melakukan prosedur partai. Masih harus menjalani mekanisme internal partai. Itu kita tentukan akhir bulan ini," kata CA pendek.

Selain PPP, Partai Gerindra juga dikabarkan tengah berupaya mendekati PKNU untuk melakukan koalisi. Dan itu diakui Cak Anam, meski tidak menjawabnya secara terang-terangan. "Ya memang benar, tapi sampai saat ini masih PPP yang datang ke sini (Gedung Astranawa)," pungkas dia.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.