Sopir Angkot Keluhkan Harga BBM, Pemkot Depok Masih Bahas Penyesuaian Tarif

Merdeka.com - Merdeka.com - Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Depok mengeluhkan tingginya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan masih membahas dan mempertimbangkan penyesuaian tarif.

"Karena kami juga harus cek ke tetangga kanan kiri berapa persen kenaikan dari kebijakan yang dikeluarkan," kata Sekretaris Daerah Kota Depok Supian Suri, Jumat (9/9).

Dia mengatakan, Pemkot Depok siap mengakomodir keluhan para sopir angkot. Di sisi lain, pihaknya juga perlu mempertimbangkan keluhan dari masyarakat pengguna transportasi umum. Saat ini Pemkot Depok masih terus menjajaki kebijakan yang akan dikeluarkan.

"Kebijakan yang dikeluarkan nanti harus bisa memahami apa yang menjadi kekhawatiran sopir angkot dan penumpangnya," ujarnya.

Kendalikan Inflasi

Saat ini memang belum ada kebijakan terkait penyesuaian tarif angkot. Namun dalam waktu dekat rencananya akan ada kebijakan tarif baru walaupun saat ini masih dalam tahap pembahasan dan persiapan. "Masih kami persiapkan hingga saat ini," tukasnya.

Dia menambahkan Pemkot Depok juga akan memberikan bantuan kepada sopir angkot dan ojek online.

Namun, kebijakan yang dibuat juga mempertimbangkan inflasi. Saat ini, inflasi Kota Depok berada di angka 4,59 persen.

"Kami rapat bersama Forkopimda (TPID) rumuskan upaya-upaya implementasi di lapangan. Kami siap menjalankan arahan pemerintah pusat untuk pengendalian inflasi," pungkasnya. [yan]