Sopir Kontainer Dipalak Preman Priok Rp20 Ribu Tiap Pos

·Bacaan 2 menit

VIVA – Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara ringkus 49 preman yang melakukan pemalakan terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka memeras para korban sebesar Rp2.000 hingga Rp20.000 di setiap pos pemeriksaan di daerah itu.

"Uangnya (pungli) mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp 10.000, sampai Rp 20.000. Jadi masuk per pos-pos," ujar Yusri saat rilis kasus di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat 11 Juni 2021.

Baca juga: Bertemu Kabareskrim, Ustaz Adi Hidayat Curhat Difitnah Pegiat Medsos

Dalam kasus ini, para preman atau pelaku pemungutan liat tersebut sering kali melarang para sopir truk untuk mengangkat barang jika tidak memberikan uang yang diminta.

"Mereka tidak diizinkan mengangkat barang kalau tidak ada uang. (Kalao hanya) Rp5.000 ditolak, Rp10.000-Rp20.000 dimasukin plastik. Kalau enggak ada uang disuruh ke pinggir," ujarnya.

Diketahui, pemalakan terhadap para supir truk tersebut terjadi di di area PT Greating Fortune Container (GFC) dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

Diketahui di kawasan GFC ada lima pos dan di setiap pos ada tarifnya yang berbeda sari sebelumnya. Para supir Truk tidak diizinkan lewat oleh para preman jika belum bayar tarif ilegal itu.

"Di pos I PT Greating Fortune Container (GFC) saja di pintu masuk sekuriti harus bayar Rp2.000, kemudan pos II biayanya masuk Rp2.000, masuk ke pos III itu harus Rp2.000 sampai Rp5.000," ujarnya.

Menurut Yusri, dari praktik ilegal di sejumlah pos di GFC itu, dalam sehari para pelaku bisa mengumpulkan uang hingga Rp 6,5 juta hanya dengan stand by melakukan pemalakan terhadap tiap truk yang lewat jalur tersebut.

Sementara di PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta terdapat empat pos, truk kontainer harus mengeluarkan Rp11.000 untuk lewati tiap pos penjagaan yang diduduki preman. Dalam sehari bisa 350 sampai 500 truk yang keluar masuk angkut barang dari perusahaan tersebut.

"Belum lagi preman-preman yang di luar itu, sengaja buat macet, kemudian ketok kaca minta uang," ujar Yusri.

Yusri menegaskan para preman melacak truk yang tertangkap merupakan buntut dari dialog Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok, Kamis pagi kemarin.

Usai mendengar aduan para supir truk tersebut, Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengenai aksi pemalakan yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.