Sopir Odong-Odong Maut Akui Setel Musik Keras sampai Tak Dengar Kereta Datang

Merdeka.com - Merdeka.com - Sopir odong-odong yang tertabrak kereta api di Serang, Banten mengakui menyalakan musik kencang saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu. Akibatnya, dia tidak mendengar kereta datang dan menabrak odong-odongnya.

"Iya nyetel musik (kencang)," ujar JL saat ditemui di Mapolres Serang, Rabu (27/7).

JL mengungkapkan dirinya menyesal dengan apa yang telah terjadi. "Menyesal, namanya juga musibah," ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten Kombespol Shinto Silitonga membenarkan JL memutar musik kencang saat melintas di perlintasan kereta dan sempat diperingati oleh warga bila ada kereta. Namun tidak mendengar tertutup oleh suara musik yang keras.

"Tidak mendengar karena ada noise," ujar Shinto.

Shinto mengatakan polisi akhirnya telah menetapkan JL sebagai tersangka. JL langsung ditahan akibat kelalaiannya.

"Menetapkan JL warga Sentul, sebagai tersangka. Dan hari ini akan dilakukan penahanan terhadap tersangka," ujarnya.

Kronologi Kecelakaan

Mobil odong-odong membawa petaka di Kabupaten Serang, Selasa (26/7). Saat melintas di kawasan rel Kampung dan Desa Silebu, mobil tersebut disambar kereta.

Kronologinya, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mobil odong-odong yang dikemudikan Juli berjalan dari arah barat ke timur.

Saat melintas di lintasan KA tanpa palang pintu. Tiba-tiba muncul kereta penumpang yang dari arah Merak tujuan Rangkasbitung. Sehingga kecelakaan mematikan pun terjadi.

Mobil odong-odong itu terpental sejauh sekitar 10 meter. Para penumpangnya terlempar. 9 Orang meninggal dunia. Seluruh jenazah dibawa ke RSUD Drajat Prawiranegara, Serang, Banten. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel