Sopir Ondos Ditetapkan Menjadi Tersangka

Laporan Wartawan Surya, Mustain

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Wahyu Wirogo (36),warga Dusun Delik RT 03/RW01 Desa Brodot Kecamatan Bandar Kedungmulyo Jombang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya Theodorus Jacob Koekerits (50), alias Ondos, anggota DPR RI asal PDI-Perjuangan, di jalan tol Porong-Sidoarjo KM 29.600, Senin (24/9/2012) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sopir Ondos ini diduga telah lalai saat mengemudi sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

“Pengemudi Nissan kita tetapkan sebagai tersangka. Kami akan melengkapi keterangan sejumlah saksi,”ujar Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP M Fahri Anggia Natua Siregar, saat ditemui di depan kamar jenazah RSUD Sidoarjo,Senin (24/9/2012) sore.

Wahyu bakal dijerat dengan sangkaan pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Pasal ini intinya menyebut setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya,mengakibatkan meninggalnya orang lain.

Ancaman hukuman pasal ini,pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Menurut AKP M Fahri,pihaknya juga menemukan sejumlah alat bukti yang diperoleh dari tempat kejadian perkara. Diantaranya bekas rem di sekitar lokasi yang diduga kuat dari mobil Nissan Patrol. Ada juga bekas aspal yang terkelupas.

“Berdasarkan pengakuan si pengemudi,dia kecepatannya 80 km/jam,”katanya.

Dalam pengakuannya ke polisi, Wahyu menyatakan melihat sebuah Avanza di depannya sesaat sebelum kecelakaan berlangsung. Dia mengaku tidak berniat menyalip Avanza itu. Namun bermaksud menurunkan laju kendaraannya sehingga mengambil lajur kiri.

“Dan akhirnya menabrak dump truk bermuatan pasir di depannya,”katanya.

Mengapa si sopir bisa menabrak truk yang melaju di depannya?Fahri menduga sopir tidak punya cukup pandang untuk melihat posisi kendaraan yang di depannya. Diduga jarak Avanza dan Nissan Patrol yang disopiri Wahyu dan dinaiki Ondos cukup dekat.
“Sehingga si pengemudi tidak punya ruang yang cukup untuk melakukan manuver,”duga Fahri.

Diduga kuat Wahyu juga mengantuk sesaat sebelum kejadian berlangsung. Indikasi ini dari keterangan Wahyu yang mengaku sejak Minggu (23/9/2012) selalu mengikuti kegiatan Ondos.

“Penyebab kecelakaan,dugaan sementara, sopir ngantuk karena sejak minggu pagi mengikuti kegiatan korban,”cetus mantan Kasat Lantas Polresta Malang ini.

Kala kejadian,Nissan Patrol berwarna hitam nopol B 15 VY itu melaju dari arah selatan menuju utara. Saat itu Ondos diketahui duduk di kursi depan di sisi kiri. Wahyu mengaku berangkat dari Blitar pada Senin (24/9/2012) sekitar pukul 00.12 WIB. Akibat kecelakaan ini,korban diketahui meninggal dunia usai sempat masuk IGD RS Delta Surya Sidoarjo.

”Kami menerima informasi korban meninggal dunia pukul 06.30 WIB,”beber Fahri.

Fahri menyatakan pihaknya masih memeriksa saksi terkait kejadian ini. Diantaranya tiga orang saksi yang disebut-sebut sempat memberikan pertolongan pada korban. Hanya saja,pihaknya masih belum bisa memastikan apakah para saksi ini juga melihat langsung kejadian itu.

“Kami sudah memeriksa satu saksi. Namun saksi ini mengaku baru tahu setelah kejadian berlangsung,”ujarnya.

Bagaimana dengan identitas dump truk?Fahri menyatakan pihaknya bakal bekerjasama dengan Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jatim untuk mencari dump truk itu. Hanya saja dugaan jika kendaraan yang ditabrak memuat pasir cukup kuat. Di sekitar lokasi kejadian, memang ditemukan bekas tumpahan pasir.

Wahyu mengaku tidak melihat apa-apa di depannya saat dirinya mengambil lajur kiri. Saat itu, dia mengaku kondisi di depannya cukup gelap. “Saya melaju sekitar 80 Km/jam,”ucapnya beberapa jam usai kejadian,saat bertemu Surya di dekat lokasi kejadian,Tol Porong-Surabaya KM 29.600, di dekat Desa Sepande Kecamatan Candi.

Dia mengaku jika Nissan Patrol yang disopirinya itu milik Ondos. Mobil itu dipakai korban saat sedang melakukan kunjungan ke Blitar,Kediri dan Tulungagung, daerah pemilihan (Dapil) Jatim VI. Wahyu tampak shock dan kebingungan. Saat itu dia tampak beberapa kali menelepon. Beberapa jam usai kejadian, Wahyu  lalu diamankan polisi untuk dimintai keterangan terkait kejadian itu.

Klik:

  • Jenazah Alawyy Dimakamkan Besok Pagi
  • Alawyy Akan Dimakamkan di TPU Kober Kemanggis...
  • APPSI: Sumber Dana Iklan di TV Bukan dari Tim...


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.