Sore di Jawa Timur Diprakirakan Cerah, Hilal Mudah Dipantau

Fikri Halim, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya memprakirakan cuaca di sebagian daerah di Jawa Timur cerah berawan pada Senin sore, 12 April 2021. Dengan demikian, kegiatan pemantauan anak bulan atau hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1442 Hijriah dimungkinkan berjalan lancar tanpa halangan cuaca.

“Insya Allah cerah berawan,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri saat dikonfirmasi wartawan.

Berdasarkan data BMKG, ia menjelaskan, daerah yang cuacanya diprakirakan cerah berawan ialah di Surabaya, Trenggalek, Kota Blitar, Blitar, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Kota Madiun, Madiun, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Pulau Bawean, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan. Cuaca cerah berawan diprakirakan terjadi di daerah-daerah tersebut sekira pukul 16.00-19.00 WIB.

Sementara di Pacitan, Tulungagung, Malang, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Jombang dan Sumenep, diprakirakan cerah. Sedangkan hujan diprakirakan terjadi di Ponorogo, Kediri, Kota Malang, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Nganjuk dan Batu.

Di titik pemantauan hilal di Malang bagian selatan, yakni di Pantai Ngliyep, data BMKG menyebutkan cuaca mulai cerah berawan sejak pukul 16.00 sampai 22.00 WIB. "Kalau pantauan kami di wilayah Pantai Selatan Malang, Pantai Ngliyep, relatif cerah berawan saja,” ucap Teguh.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Shofiyullah mengatakan bahwa pihaknya melakukan rukyatul hilal atau pemantauan anak bulan untuk menentukan 1 Ramadhan 1442 Hijriah di 22 titik di seluruh Jatim. Hilal menurut berpotensi terlihat di titik pantau kawasan Pantai Utara dan Madura.

Namun demikian, tim rukyat di bagian selatan tidak menutup kemungkinan juga berhasil melihat hilal. Alasannya, secara astronomi posisi hilal saat dipantau berada di ketinggian tujuh derajat di atas ufuk. Posisinya di sisi utara titik barat. “Secara keilmuan potensi melihat (hilal) di kawasan pantai utara,” ujar Gus Shofi, panggilan akrab Shofiyullah.

Gus Shofi menuturkan, kegiatan rukyatul hilal di Jatim kali ini dipastikan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di luar faktor alam, peralatan yang dipakai lebih memadai dan canggih. Jika dulu peralatan yang bagus cuma dimiliki PWNU Jatim dan Gresik, kali ini banyak kabupaten/kota yang juga sudah memiliki peralatan rukyatul hilal yang canggih.

"Alhamdulillah, teman-teman semakin maju, dalam arti peralatan sudah punya, sekaligus peralatan yang dihubungkan dengan komputer sehingga nanti bisa diolah citra hilal itu. Bisa divisualkan. Kalau dulu mungkin masih ada peralatan milik PWNU dan Gresik, sekarang sudah banyak yang punya. Situbondo punya, Banyuwangi punya, Blitar punya, sudah banyak yang punya," ujarnya.