Sosok Bripka Cornelius Penembak Pratu RS hingga Pesan Pangdam Jaya

Bayu Nugraha
·Bacaan 4 menit

VIVA – Pemberitaan mengenai aksi penembakan yang dilakukan oknum anggota Polri bernama Bripka Cornelius Siahaan di sebuah kafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat menarik pembaca VIVA. Dalam peristiwa ini, tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian dan satu orang mengalami luka-luka. Salah satu korban meninggal dunia yakni anggota TNI AD bernama Pratu RS.

Bripka Cornelius diketahui merupakan salah satu anggota buru sergap atau buser di kesatuan Reskrim Polsek Kalideres Jakarta Barat. Dari foto yang diterima VIVA, Bripka Cornelius perawakannya bertumbuh tambun dan berambut gondorng.

Kemudian, pemberitaan lainnya yang menarik perhatian pembaca mengenai pesan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdulrachman yang meminta seluruh prajurit TNI tidak membuat atau termakan isu yang berkembang akibat tewasnya anggota TNI AD.

Berita lainnya mengenai penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ihsan Yunus. Dari penggeledahan ini, penyidik KPK membawa sejumlah barang. Penggeledahan dilakukan kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Selanjutnya, berita terpopuler VIVA di kanal news and trending sepanjang Kamis, 25 Februari akan dirangkum dalam round up:

1. Sosok Bripka Cornelius, Buser Polsek yang Tembak Mati Pratu RS

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran menyesalkan peristiwa penembakan yang terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis dini hari tadi. Pelakunya diketahui merupakan anak buah Irjen Fadil yang ditugaskan di Polsek.

Irjen F1, begitu dia disapa meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan anak buahnya tersebut yang memiliki identitas Bripka Cornelius Siahaan.

"Sebagai Kapolda Metro Jaya, selaku atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 25 Februari 2021.

Baca selengkapnya di sini

2. Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa setidaknya dua koper pascapenggeledahan di rumah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ihsan Yunus.

Belum diketahui isi dari masing-masing koper tersebut. Pantauan awak media, sebanyak 10 penyidik KPK menggeledah rumah Ihsan yang berada di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulogadung, Jakarta Timur. Penggeledahan dimulai sejak sore hingga petang Senin, 24 Februari 2021.

Tersangka sekaligus pihak swasta Harry Van Sidabuke sebelumnya terkuak pernah memberikan uang kepada Agustri Yogaswara alias Yogas yang merupakan operator dari Politikus PDIP Ihsan Yunus.

Baca selengkapnya di sini

3. Bripka CS Tewaskan Anggota TNI di Kafe RM, Ini Pesan Pangdam Jaya

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol (Arh) Herwin Budi Saputra menyebut Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdulrachman minta seluruh prajurit TNI tidak membuat atau termakan isu yang berkembang akibat tewasnya anggota TNI AD bernama Prajurit Satu Martinus Kardo Rizky Sinurat yang ditembak oleh oknum anggota polisi Bripka CS.

"Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di ibu kota," ujar Herwin di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Kamis 25 Februari 2021.

Dudung kata Herwin meminta prajurit di lapangan tidak terprovokasi isu yang bisa merusak stabilitas keamanan. Dia berharap sinergitas antara TNI dan Polri tetap berjalan dengan baik. Herwin menyebut Dudung juga telah memerintahkan agar proses penyelidikan kasus ini terus dikawal. Hal itu agar kasus hukum ini berkeadilan.

Baca selengkapnya di sini

4. Oknum Polisi Tembak Anggota TNI, Komisi III DPR Tagih Janji Kapolri

Peristiwa Oknum Polisi yang menembak Anggota TNI pada Kamis pagi 25 Februari 2021, menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih yang menjadi alasannya adalah karena pelaku tak mau bayar saat ditagih membayar minuman keras.

Anggota Komisi III DPR RI, Santoso, meminta pelaku penembakan harus diberikan sanksi yang tegas. Pihak kepolisian juga tidak boleh ada uoaya melindungi anggota yang bersalah tersebut.

"Harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku tidak boleh ada ego masing-masing pihak untuk melindungi anggotanya yang bersalah," kata Santoso, kepada VIVA, Kamis 25 Februari 2021.

Baca selengkapnya di sini

5. Detik-detik Bripka CS Lakukan Aksi Koboi hingga Tewaskan Anggota TNI

Polda Metro Jaya merinci detik-detik mencekam penembakan yang dilakukan oknum anggota polisi berinisial Bripka CS di sebuah kafe kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam peristiwa ini, sebanyak tiga orang tewas dan satu orang lainnya luka-luka.

Berawal ketika pelaku (Bripka BS) datang ke lokasi. Dia tiba sekira pukul 02.00 WIB dini hari tadi ke sana. Lantas, pelaku menenggak minuman keras disana.

"Sekitar pukul 04.00 WIB, kafe akan tutup, saat akan bayar terjadi cek-cok antara tersangka dan pegawai," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis, 25 Februari 2021.

Baca selengkapnya di sini