Sosok Mbak Maya 'Kasih Tak Sampai' Jadi Penunggu Gedung Radio di Yogyakarta

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yogyakarta- Gedung tua ini berada di salah satu kompleks universitas ternama di Yogyakarta yang dibangun oleh Presiden Soekarno pada 1945. Gedung ini sudah berulang kali dialihfungsikan, termasuk menjadi markas sebuah radio swasta di Yogyakarta.

Banyak cerita datang dari gedung ini, termasuk cerita mistis mengenai sosok Mbak Maya yang konon mendiami gedung tersebut. Dikutip dari berbagai sumber, banyak kejadian mistis yang terjadi di gedung itu saat masih menjadi markas radio.

Salah satunya, sering terdengar suara kursi dan benda-benda jatuh. Banyak gangguan mistis yang menimpa pekerja radio swasta, terlebih saat bertugas pada malam hari. Saat malam tiba, dari tangga gedung dua lantai ini akan terdengar suara celoteh anak kecil yang berlarian di sepanjang koridor lantai dua.

Anehnya saat ditengok, tak ada apa pun di koridor lantai dua gedung ini, suasana sepi dan mencekam menyelimuti gedung tua ini. Pada malam hari, suasana mistis semakin terasa terlebih saat berada di ruang siaran.

Dari ruang siaran bersekat kaca, terkadang muncul sosok perempuan berambut panjang di ruangan ini yang kemudian disebut Mbak Maya. Menariknya, konon sosok ini akan muncul saat lagu Kasih Tak Sampai milik Padi diputar.

Sosok ini disebut-sebut akan ikut bersenandung. Akibatnya, lagu ini menjadi lagu pantangan yang tak boleh diputar saat siaran. Banyaknya gangguan gaib yang terjadi membuat pihak radio swasta saat itu memanggil seorang paranormal untuk melakukan pembersihan.

Namun, rupanya sosok Mbak Maya ini menolak untuk meninggalkan gedung tua di Yogyakarta itu. Ia memilih untuk menetap sekalipun sudah setuju untuk tak menganggu proses siaran yang berjalan. Kadang-kadang, sosok Mbak Maya masih muncul untuk berkenalan.

Penulis: Tifani

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel