Sosok Novel Baswedan, Penyidik Senior KPK yang Tangkap Edhy Prabowo

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Siapa yang tak kenal Novel Baswedan. Dia merupakan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Banyak koruptor takut padanya. Takut diciduk dan masuk bui.

Setelah lama vakum dari aksi melakukan operasi tangkap tangan (OTT), hari ini, Rabu 25 November 2020, Novel memimpin penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Novel bersama tim senyapnya, datang ke bandara dan langsung menangkap Edhy, istrinya, dan rombongan dari Kementerian KKP usai pulang dari lawatan ke Amerika Serikat.

Dirangkum dari berbagai sumber, Novel merupakan mantan anggota kepolisian dengan pangkat Komisaris Polisi. Novel yang kelahiran Semarang, 22 Juni 1977, tak gentar dengan serangan yang datang kepadanya. Hingga akhirnya disiram air keras oleh anggota kepolisian beberapa waktu lalu.

Matanya buta sebelah. Namun, itu tidak menyurutkan nyalinya memberantas korupsi dan menangkap koruptor pemakan uang rakyat. Novel lulus dari Akademi Kepolisian pada 1998, dan mulai bertugas di Polres Bengkulu pada 1999.

Novel menjabat sebagai kasat Reskrim Polres Bengkulu sejak 2004 hingga 2005. Ia kemudian ditugaskan di Bareskrim Mabes Polri selama dua tahun, dan pada Januari 2007 ditugaskan sebagai penyidik untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Novel mengakhiri tugasnya di Polri dan kemudian menjadi penyidik tetap KPK sejak 2014.

Sejumlah kasus kontroversial berhasil dibongkar olehnya, hingga perseteruan antara KPK dan Kepolisian Republik Indonesia hingga ada istilah Cicak vs Buaya. Selain itu, Novel menangani kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin pada 2011; kemudian kasus korupsi Wisma Atlet terkait SEA Games 2011 yang menyeret anggota DPR, Angelina Sondakh.

Novel juga terlibat dalam penyelidikan kasus suap dalam beberapa perkara pilkada yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada 2013 dan yang menghebohkan soal kasus e-KTP yang menjerat mantan Ketua DPR, Setya Novanto.