Sosok Prof Azyumardi Azra di Mata Para Sahabat

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengenang sosok Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra. Azyumardi meninggal di Malaysia karena sakit, pada Minggu 18 September 2022.

Menurut Muhadjir, reputasi akademik dan integritas intelektual Azyumardi tak perlu diragukan lagi. Pemikiran-pemikiran khususnya pada bidang ilmu sosial dan kebudayaan, serta keilmuan keislaman sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

"Kita sangat kehilangan atas kepergian beliau karena khazanah intelektual yang telah dia bangun sangat bermakna," ujar dia di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Selasa (20/9).

Muhadjir mengatakan, ia dengan Profesor Azyumardi Azra memiliki hubungan yang baik. Semasa hidup, ia mengaku sering bersinergi. Satu hal yang diingatnya ketika Azyumardi menjabat sebagai rektor UIN Syarif Hidayatullah. Kala itu, ia menjabat sebagai rektor sebuah perguruan tinggi swasta di Malang.

"Kita saling cocok-cocokkan, saling berkomunikasi bagaimana cara membangun sebuah perguruan tinggi yang hebat, kebetulan saya lebih duluan menjadi rektor daripada beliau," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, ia dengan almarhum juga aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial. Muhadjir mengungkapkan, mestinya giliran Prof Azyumardi menduduki jabatan sebagai ketua pada tahun ini.

"Bahkan sebelum meninggal saya pernah ingatkan eh gilirannya loh gantian waktunya untuk jadi ketum. Dan dia jawab Insya Allah pak," ujar dia.

Namun, kata Muhadjir, takdir berkehendak lain. Muhadjir berdoa semoga almarhum mendapat kedudukan yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. "Mudah-mudahan dia ada dalam kedudukan yang lebih mulia di sisi Allah," ujar dia.

Anies Kenang Azyumardi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengenang sosok Azyumardi. Ini disampaikan Anies usai mengikuti proses salat jenazah Azyumardi di Auditorium Harun Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (20/9).

"Innalilahi, baru saja kita selesai melakukan salat jenazah di auditorium Prof Dr Harun Nasution di kompleks UIN Syarif Hidayatullah. Begitu banyak kolega umat masyarakat yang hadir ikut menyalatkan Prof Dr Azyumardi Azra," kata Anies.

Anies mengaku tertegun dengan banyaknya orang yang ikut menyalatkan jenazah Azyumardi Azra. Menurut Anies, itu menjadi petanda bahwa semasa hidupnya Azyumardi Azra telah menyentuh banyak orang lewat karya-karyanya.

"Ini menandakan beliau semasa hidup telah menyentuh begitu banyak orang lewat tulisan, pemikiran, pengajaran yang dilakukan selama ini. Dan kampus UIN ini menjadi salah satu bukti pengabdian nyata almarhum kepada kemajuan ilmu, pengembangan umat pada bangsa dan negara," jelas Anies.

Anies pun mengenang kebersamaannya bersama Azyumardi Azra. Anies menyebut banyak sekali momen kebersamaan yang dilaluinya bersama Azyumardi. Dia mengenang Azyumardi sebagai sosok yang simpel tapi mempunyai banyak ilmu.

"Banyak sekali, saya berkegiatan dengan beliau, di kampus, ketika beliau menjadi penasihat wapres banyak kegiatan bersama," kata Anies.

"Beliau itu sangat simpel, pergi ke mana kecil bawaan sedikit tapi ilmu paling banyak, diskusi paling banyak, pergi lama pun bawanya simpel, pribadi sederhana tapi memiliki pemikiran yang banyak," lanjut dia.

Anies juga mengingat Azyumardi sebagai pribadi yang konsisten dalam memperjuangkan pentingnya demokrasi. Hal itu, kata Anies, dapat dilihat dari berbagai tulisan yang dibuat Azyumardi sebagai seorang insan pers dan akademisi.

"Almarhum adalah pribadi yang terus menerus konsisten dalam menjaga agar Indonesia tetap negeri yang maju dalam demokrasi yang terkonsolidasi, beliau terus menerus dalam berbagai tulisan, berbagai kuliah menyampaikan pentingnya menjaga agar demokrasi kita terus berkualitas," terang Anies.

Anies mengatakan bahwa Azyumardi tak segan melontarkan pemikiran yang demokratis. Anies menyebut Azyumardi sebagai salah satu pilar penjaga demokrasi di Indonesia.

"Jadi ini salah satu pilar penjaga demokrasi dan kita semua kehilangan. Tapi kami yakin beliau Husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan," ujar Anies.

Azyumardi di Mata Asrul Sani

Anggota DPR Komisi III Asrul Sani mengungkapkan sosok Azyumardi Azra merupakan orang yang sering memberikan masukan, khususnya ketika pembahasan RKUHP. Azyumardi sering memberikan pendapat yang bersifat menengahkan.

"Beliau selalu menyampaikan pemikiran jalan tegah. Jadi misal terkait RKUHP, kalau sebagian masyarakat sipil itu ingin dihapus saja. Tapi beliau bersama dewan pers tentu memberikan jalan tengah dengan melakukan reformulasi. Menawarkan reformulasi dengan alternatif. Ini saya kira hal baik," ucap Asrul di Taman Makam Pahlawan, Selasa (20/9).

Dirinya mengaku terkesan dengan sumbangan pemikiran ketua dewan pers tersebut lantaran mampu mengambil gagasan di antara pandangan masyarakat dengan pihak DPR ketika membahas RKUHP.

"Katakanlah sisi-sisi pandangan pemerintah DPR dengan pandangan masyarakat sipil itu ditengahi oleh almarhum. Itu yang mengesankan bagi kami di DPR," salutnya

"Sumbangan pemikiran almarhum terkiat KUHP itu luar biasa dan kami termasuk saya ingin kemudian menyesuaikan rumusan RKUHP yang berpengaruh dengan tugas-tugas jurnalis agar ada keseimbangan," tambah anggota Komisi III.

Lebih lanjut, Asrul mengungkapkan profesor dari universitas UIN Syarif Hidayatullah itu juga merupakan akitivis di bidang pergerakan Islam moderat tengah.

"Ini yang perlu diwarisi, sikap-sikap wasodiyah, sikap-sikap tengah dari almarhum gitu ya. Jadi tidak ekstrem di kiri atau ekstrem di kanan. Kira-kira seperti itu," tutupnya.

Kenangan JK Bersama Azyumardi Azra

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka cita dan turut melakukan takziah atas wafatnya Azyumardi Azra ke Taman Makam Pahlawan, Kalibata. JK menilai pribadi Azyumardi sebagai tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh ilmiah telah berbakti kepada negara.

JK mengatakan, bakti mendiang kepada negara amat banyak. "Kami semua tentu merasa sedih dan juga belasungkawa berpulangnya tokoh kita, tokoh ilmiah, tokoh masyarakat, tokoh ulama yang telah berbakti kepada bangsa sedemikian banyaknya. Dan, tentu kita harapkan kita selalu mendoakan akan arwah beliau di sisi Allah SWT di tempat yang tinggi," kata JK, di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selas (20/9).

JK menuturkan, pribadi Azyumardi Azra yang ia kenal. Diketahui, Azyumardi pernah menjabat sebagai staf JK selama 10 tahun. Kalla itu, JK menduduki posisi sebagai Wakil Presiden.

Menurut JK, mendiang sering dimintai saran, penilaian atau analisis yang baik tentang masalah kemasyarakatan, sosial dan agama.

"Beliau 10 tahun menjadi staf saya di Wakil Presiden kedua kalinya, dan Pak Azyumardi Azra sering dipanggil ikut memberikan saran-saran, memberikan uraian atau analisa yang baik untuk kemasyarakatan, masalah sosial, dan masalah keagamaan,” tutur JK.

JK menyebut, pengalaman-pengalaman baik Azyumardi selama menjadi Dewan Pers. JK menilai pribadi mendiang rajin menulis di media koran, menyampaikan pandangan baik pada masyarakat. Menurut JK, hanya sedikit orang yang seperti itu.

“Tentu, banyak sekali pengalamannya yang baik dengan dia apalagi 10 tahun. Beliau ketika jadi Dewan Pers rajin menulis banyak di media-media koran. Memberikan pandangan-pandangan yang baik pada masyarakat. Jadi, beragam keahlian beliau, pengabdian beliau. Tidak banyak orang yang seperti itu,” sebutnya.

Tak hanya itu, JK menilai Azyumardi merupakan salah satu cendekiawan selaku guru besar, ahli sejarah, dan ahli agama Islam yang hebat.

"Beliau sebagai guru besar, ahli sejarah, ahli keislaman. Para cendekiawan, akademisi kita yang hebat itu tidak banyak," tambahnya.

Ide Azyumardi Azra Menyejukkan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut kehilangan atas meninggalnya Profesor Azyumardi Azra.

"Kita semua berduka atas tokoh Cendekiawan Muslim Indonesia. Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadah kebaikannya dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran ketabahan, kelapangan jiwa," kata AHY di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Selasa (20/9).

AHY menyebut, Profesor Azyumardi Azra sebagai tokoh Cendekiawan Muslim Indonesia yang melegenda. Almarhum mewariskan pemikiran dan ide-ide besar yang menyejukkan.

"Saya sendiri mengenang beliau tentunya selain juga tokoh pers Indonesia, tulisan-tulisannya selalu juga berkelas dunia," ujar dia.

AHY mengaku gemar membaca buku-buku karangan Profesor Azyumardi Azra sewaktu duduk di bangku perkuliahan. Menurutnya, pemikiran beliau luar biasa dan sangat menginspirasi.

"Bagaimana demokrasi islam dan Indonesia ini bisa menjadi roll model bagi negara-negara demokrasi lainnya di dunia terutama yang kita tahu sangat beragam seperti Indonesia ini dan tentunya nilai-nilai keislaman sangat kompetibel dengan demokrasi yang baik dan bermartabat," ujar dia.

AHY mengatakan, ia sebenarnya akan melakukan audiensi dengan sejumlah pejabat Dewan Pers termasuk dengan Profesor Azyumardi Azra. Pertemuan diagendakan pada minggu-minggu ini.

"Karena itu saya kaget sekali mendengar beliau berpulang di Malaysia. Jadi kami merasa kehilangan sekali," ujar dia.

Meninggal di Malaysia

Azyumardi Azra wafat pada Minggu, 18 September 2022, pukul 12.30 waktu setempat di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia.

Sebelum meninggal, Azyumardi sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Serdang, Selangor, setelah sesak napas saat dalam penerbangan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur pada Jumat 16 September 2022.

Azyumardi Azra dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Selasa (20/9). Dia dimakamkan secara militer. Upacara pemakaman Azyumardi dipimpin Muhadjir Effendy.

Reporter: Winda Nelfira, Ady Anugrahadi, dan Syifa Annisa Yaniar (reporter magang)

Sumber: Liputan6.com. [tin]