Sosok Regista dan Fantasista di Timnas Indonesia: Terlahir dari Kompetisi Internal Persebaya

Bola.com, Jakarta - Jawa Timur telah lama dikenal sebagai kawah candradimuka persepakbolaan nasional. Sejak puluhan tahun lalu, tak terhitung lagi berapa banyak pemain yang menjadi andalan di Timnas Indonesia.

Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim dari sana yang memiliki pembinaan sepak bola terarah. Kompetisi internal yang rutin bergulir setiap tahunnya, mampu menghasilkan bibit-bibit pesepakbola terbaik.

Beberapa nama yang lahir dari kompetisi internal Persebaya adalah Evan Dimas dan Marselino Ferdinan. Walau berbeda generasi, keduanya dianggap gelandang jenius di awal kemunculannya.

Jika Evan lebih dulu dikenal dengan kiprahnya bersama tim kelompok umur Indonesia U-19. Marselino langsung membuktikan diri sebagai pemain utama di klub sebesar Persebaya Surabaya di usia yang masih sangat belia.

Tak sedikit pihak yang lantas coba membandingkan keduanya lantaran lahir dari 'rahim' yang sama. Tetapi sejatinya, kedua pemain ini memiliki tipe dan karakter permainan yang sangat bertolak belakang.

 

 

Sang Regista

Evan Dimas. Pemain Bhayangkara FC berusia 26 tahun ini juga selalu menjadi starter dalam dua laga sebelumnya. Kinerjanya di lini tengah dalam dua laga tersebut layak disanjung. Dua gol dan satu assist disumbangkannya serta torehan umpan suksesnya yang mencapai 86,5 persen. (affsuzukicup)
Evan Dimas. Pemain Bhayangkara FC berusia 26 tahun ini juga selalu menjadi starter dalam dua laga sebelumnya. Kinerjanya di lini tengah dalam dua laga tersebut layak disanjung. Dua gol dan satu assist disumbangkannya serta torehan umpan suksesnya yang mencapai 86,5 persen. (affsuzukicup)

Evan Dimas menjadi daya tarik kuat setelah penampilan cemerlang di Piala AFF U-19 2013. Pujian semakin menjadi-jadi saat Indonesia U-19 berhasil melangkah ke Piala Asia U-19 dengan menaklukkan Korea Selatan lewat hat-trick yang diciptakannya.

Bermain sebagai seorang gelandang, pemain asal Surabaya tersebut memang tampil sangat produktif. Ia bisa tiba-tiba berada di dekat kotak penalti untuk menuntaskan umpan tarik dari rekan-rekannya.

Tetapi lambat laun, pemain yang kini berusia 27 tahun itu mulai ditempatkan sedikit ke belakang di beberapa klub yang dibelanya.

Ia lebih sering ditugaskan mengatur permainan tepat di depan pemain bertahan. Peran ini sama persis dengan apa yang dilakukan Andrea Pirlo kala mengenakan seragam Timnas Italia dan AC Milan.

Di Italia, pemain yang melakukan tugas seperti ini disebut Regista.

 

Sang Fantasista

Tampil dihadapan pendukung sendiri, anak asuh Shin Tae-yong berhasil menang dengan skor 3-2. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Tampil dihadapan pendukung sendiri, anak asuh Shin Tae-yong berhasil menang dengan skor 3-2. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Berbeda dengan seniornya, Marselino terbilang lebih komplet sebagai seorang gelandang serang. Visi permainan, akurasi tembakan serta daya jelajahnya yang tinggi memungkinkan dia melakukan tugasnya sebagai kreator permainan.

Kemampuannya dalam mencari ruang di sepertiga akhir lawan juga terus meningkat. Pelatih Aji Santoso sepertinya tahu betul bagaimana mengeluarkan potensi terbaik dari pemain berusia 18 tahun ini.

Media ternama asal Inggris, The Guardian juga mencium potensi pemain asal Jakarta tersebut. Mereka bahkan menyandingkan namanya dengan Youssoufa Moukoko dan Gavi dalam daftar 60 wonderkid terbaik di dunia pada 2011 silam.

Tak berlebihan rasanya bila kita menganggapnya seorang Fantasista. Ia merupakan sosok pembeda di atas lapangan dan setiap aksinya selalu ditunggu-tunggu oleh fans setia Indonesia dan Persebaya.