New South Wales Perdana Tak Ada Kasus Baru Infeksi Corona COVID-19

Liputan6.com, Sydney - Dalam 24 jam, sejumlah kota-kota besar di dunia telah mengumumkan adanya pelonggaran aturan pembatasan aktivitas warganya. Kasus baru Virus Corona COVID-19 masih tercatat di sejumlah kawasan.

Lebih dari 4 juta warga dunia sudah tertular Virus Corona COVID-19 dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 280 ribu orang dan lebih dari 1,4 juta di antaranya dinyatakan sembuh.

Kematian tertinggi terjadi di Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, dan Perancis.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua di Asia Tenggara, setelah Singapura, dengan sudah mencapai lebih dari 14 ribu orang.

Berikut kondisi terkini pandemi Virus Corona COVID-19 di Australia, China, Korea Selatan, dan Inggris.

ABC Australia Selasa (12/5/2020) melaporkan tak ada kasus baru di New South Wales Dalam 24 jam, kota Sydney dan seluruh wilayah New South Wales tidak mencatat laporan kasus baru.

Untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Virus Corona COVID-19, negara bagian New South Wales, dengan ibu kota Sydney, tidak mencatat kasus Virus Corona COVID-19 dalam 24 jam sehari.

Lebih dari 6.000 orang diuji dalam 24 jam hingga Senin malam 11 Mei pukul 20.00 malam kemarin.

Sementara itu, Selasa pagi 12 Mei, negara bagian Victoria, dengan ibu kota Melbourne, mengumumkan 17 kasus tambahan Virus Corona jenis baru.

Delapan dari mereka terkait dengan wabah di rumah potong hewan 'Cedar Meats Australia' di sebelah barat pusat kota Melbourne.

Queensland, di mana kota Brisbane berada mengumumkan enam kasus tambahan. Namun, Menteri Kesehatan negara bagiannya, Steven Miles mengatakan semua kasus didiagnosis di negara bagian lain.

Australia Barat mencatat satu kasus baru, yakni pria berusia 47 tahun yang bekerja di Hotel Pan Pacific, tempat para pendatang internasional melakukan karantina.

 

China, Korea Selatan dan Inggris

Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

China hanya laporkan satu kasus baru

Disneyland di Shanghai dibuka kembali mulai pekan ini, setelah China melonggarkan sejumlah aturan pembatasan kegiatan warga.

China melaporkan hanya satu kasus virus korona baru, setelah peningkatan hanya mencapai belasan dua hari sebelumnya.

Kasus-kasus baru membuat layanan kereta api ke Provinsi Jilin ditangguhkan.Pejabat China juga memperingatkan agar warganya tidak "terlalu percaya diri".

China belum melaporkan kematian baru dari virus dalam hampir sebulan, dengan jumlah total warga yang meninggal 4.633 orang.

Ada 82.919 kasus yang dikonfirmasi di China sejak virus pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu.

Minggu ini, Shanghai Disneyland membuka gerbang lagi untuk sejumlah pengunjung.

Penularan di sebuah kelab malam di Korea Selatan

Korea Selatan telah meminta agar kelab malam dan pusat hiburan sejenisnya untuk tutup selama sebulan mulai hari Jumat, karena ada penularan Virus Corona COVID-19 yang terjadi di kelab malam.

Jumlah kasus Virus Corona COVID-19 tekait beberapa kelab malam di Seoul, Korea Selatan, telah mencapai lebih dari 100 orang.

Pihak otoritas telah meminta siapa pun yang mengunjungi kelab atau bar di distrik hiburan Itaewon antara 24 April dan 6 Mei lalu untuk diuji COVID-19.

Lebih dari 8.500 petugas polisi telah dikerahkan di Korea Selatan untuk melacak ribuan orang yang diketahui sebagai pelanggan kelab dan bar Itaewon.

Mereka diketahui terkait dengan penularan, namun sudah tidak melakukan kontak, menurut pejabat Kementerian Kesehatan Korea Selatan, Yoon Tae-ho.

Petugas kesehatan juga menggunakan catatan kartu kredit dan telepon untuk melacak mereka yang datang ke kelab malam tersebut.

Wali kota Seoul mengatakan mereka telah mengirim pesan teks kepada sekitar 10.900 untuk mendesak mereka dites, setelah menerima data dari polisi dan operator telepon seluler yang menunjukkan jika mereka menggunakan telepon mereka di kawasan kelab malam berada.

Warga Inggris padati stasiun kereta

Pemerintah Inggris menerbitkan dokumen setebal 50 halaman yang merinci bagaimana Inggris akan mulai melonggarkan aturan pembatasan aktivitas warganya.

Warga di Inggris disarankan untuk memakai masker di ruang tertutup, saat mereka melakukan kontak dengan orang lain, begitu pula di dalam transportasi umum dan toko-toko.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson untuk pertama kalinya mengumumkan pelonggaran lockdown, Minggu 10 Mei.

Senin pagi kemarin, sebuah video rekaman dari kereta bawah tanah di kota London menunjukkan warga yang berkerumun di stasiun menunggu kereta.

Inggris menjadi negara kedua dengan angka kematian tertinggi akibat Virus Corona COVID-19, yakni sudah mencapai lebih dari 32 ribu orang.

Saksikan Juga Video Berikut Ini: