Sowan ke Kiai se-Jawa, Menag Yaqut Sosialisasi Prokes Idul Adha

·Bacaan 3 menit

VIVA – Usai mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Salat Iduladha dan Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 Masehi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, langsung sowan ke para kiai.

Menteri Yaqut langsung melakukan kegiatan safari silaturahmi ke beberapa kiai pondok pesantren se-Jawa. Dari Cirebon Jawa Barat, Jawa Tengah hingga kiai di Jawa Timur.

SE Nomor 15 tahun 2021 mengatur pelaksanaan Idul Adha 10 Zulhijjah 1442 H/ 2021 M yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di dalamnya juga diatur, bahwa daerah dengan zona merah dan orange COVID-19, salah Idul Adha ditiadakan. Hal sebagai bentuk ikhtiar mencegah potensi penyebaran COVID-19.

Baca juga: Menag Keluarkan Aturan Salat Idul Adha di Zona Merah Ditiadakan

"Memulai perjalanan Rabu pagi, 26 Juni 2020, berburu berkah saya mulai menyusuri luasnya pulau Jawa, bertemu banyak kiai dan tokoh, menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo," kata Yaqut Cholil Qoumas DI Jakarta, Selasa, 29 Juni 2021.

Sekaligus, kata dia, mensosialisasikan dan memohon bantuan sesepuh menyampaikan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

"Saya juga memohon ziyadah doa dari para kiai untuk negeri ini agar segera terbebas dari pandemi," sambungnya.

Menurut Menag Yaqut, pemerintah sudah dan terus berjuang dalam menangani pandemi. Baik melalui mekanisme penanganan medis, vaksinasi, maupun upaya preventif-kuratif lainnya.
Sebagai bentuk tawakal kepada Allah, upaya-upaya tersebut harus diperkuat dengan ikhtiar batin dengan doa dari para kiai dan seluruh masyarakat Indonesia, agar pandemi segera terkendali.

"Doa adalah bagian terbaik sebuah ikhtiar. Semoga Tuhan menyelamatkan kita semua, menjaga negeri ini dan segera mencabut ujian pandemi ini," harapnya.

Di Cirebon, Menag Yaqut sowan dan minta doa untuk Indonesia kepada Pengasuh Kempek Cirebon yang juga Rais Syuriah PBNU, KH Muhammad Musthofa Aqiel. Juga kepada pengasuh pesantren Babakan Ciwaringin, sesepuh Buntet Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Adib Rofi'uddin Izza.

"Di Jawa Barat, silaturahim ditutup dengan sowan ke Habib Thohir bin Yahya di Semplo, Palimanan," katanya.

Dari Cirebon, Menag melanjutkan silaturahimnya ke sejumlah kiai di Jawa Tengah. Menag mengawali perjalannya ke Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog Brebes. Menag diterima oleh pengasuh pesantren KH Labib Shodiq Suhaimi.

Selain minta doa untuk kebaikan negeri, Menag menyampaikan bahwa hingga saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir. Malah muncul varian baru COVID-19 di tengah gencarnya pemerintah melakukan ikhtiar vaksinasi massal.

"Tentunya kami berharap kita semua untuk terus mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai dan menekan penyebaran COVID-19," ujar Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

Dari Al Hikmah Benda, Menag ke Pesantren Annuriyyah, Bumi Ayu Brebes, lalu sowan ke Pengasuh Majelis Kanzus-Shalawat Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan.

Hari kedua, Menag melanjutkan perjalanan silaturahminya ke Pesantren API Tegalrejo (Magelang), Roudlatut Thulab (Magelang), An Nur (Purworejo), An Nawawi Berjan (Purworejo), serta Pesantren Pandanaran dan Al Munawir Krapyak di Yogyakarta. Menag juga sowan ke kediaman Habib Hilal di Kota Gudeg.

Hari Jumat, Menag ziarah ke makam Mbah Lim di Pancasila Sakti (Klaten). Menag selanjutnya sowan ke Pengasuh Pesantren Al Muayyad (Solo).

Dari Solo, ikhtiar sosialisasi edaran prokes penyelenggaraan salat Idul Adha dan pelaksanaan kurban dilanjutkan ke Jawa Timur. Menag sowan ke Pengasuh Pesantren Lirboyo (Kota Kediri), Ploso (Kabupaten Kediri), Sidogiri (Pasuruan), dan Pesantren Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo yang diasuh KH Agoes Ali Masyhuri.

Mewakili Pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Sohib, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan Menag. Pesantren Lirboyo juga mendukung program pemerintah dan berharap pandemi ini segera berakhir.

"Tadi meminta doa bahwa situasi pandemi ini masih belum berakhir," katanya.

Dukungan dan doa yang sama disampaikan para kiai yang dikunjungi Menag. Selain kepada para kiai pesantren, Menag juga berkunjungan ke Wali Kota Pasuruan Syaifullah Yusuf.

"Perjalanan ini bagian ikhtiar Kemenag agar penyelenggaraan Iduladha dan penyembelihan qurban di tengah pandemi bisa berjalan dengan baik. Masyarakat terlindungi dari potensi penyebaran COVID-19. Semoga doa dan harapan kita diijabah Allah, pandemi di negeri ini segera berakhir," harapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel