Space Race Jilid II, China Vs Amerika Memperebutkan Planet Mars

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Space Race merupakan kompetisi penjelajahan ruang angkasa antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (kini Rusia). Kompetisi itu dilakukan saat terjadinya Perang Dingin (Cold War). Namun ternyata kompetisi ini belum juga usai. Kini, Amerika akan berhadapan sama China dalam perlombaan menuju Planet Mars. Space Race Jilid II bakal terjadi.

Juli mendatang akan menjadi bulan yang panas. Sebab, China dan Amerika akan mengirim 'wakilnya' ke Planet Mars bersamaan. Badan Antariksa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China (China Aerospace Science and Technology Corporation/CASC) mengumumkan segera meluncurkan misi ke Planet Mars pada bulan depan.

Baca: China Mau Bikin Gempar Dunia Jelang Idul Adha

Mengutip situs South China Morning Post, Rabu, 3 Juni 2020, pesawat luar angkasa China yang membawa robot penjelajah ini diharapkan mendarat di Planet Mars, serta mengirim robot tersebut untuk menjelajahi dan menganalisis permukaan yang dikendalikan dari jarak jauh atau Bumi.

Space Race China Vs Amerika Serikat.

Jika terwujud maka akan menjadi misi pertama bagi China menjelajahi planet merah. Pesawat ruang angkasa bernama Tianwen-1 akan lepas landas dengan Roket Long March 5, sehingga diperkirakan akan mencapai Planet Mars pada Februari 2021.

Nama Tianwen-1 diambil dari dari puisi kuno China yang berarti Heavenly Questions. Pesawat ini memiliki pengorbitan terbang di sekitar planet merah dan pendaratan akan dilakukan seorang astronot akan menggunakan kendaraan penjelajah untuk meneliti dan mencari kemungkinan air di planet merah tersebut.

Peluncuran Tianwen-1 bertepatan dengan misi penjelajahan kelima Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) milik Amerika Serikat untuk menaklukkan Planet Mars di bulan yang sama, tepatnya 17 Juli 2020. Misi tersebut diperkirakan akan diluncurkan dalam waktu yang bersamaan dengan peluncuran robot penjelajah baru milik Amerika, Perseverance.

Misi ini juga mencakup rencana pengembalian sampel batuan yang ambisius, serta peluncuran pesawat ruang angkasa yang bisa kembali ke Bumi.

NASA juga mengirim kendaraan udara atmosfer pertama ke Mars dalam misinya, sebuah drone atau pesawat nirawak yang akan digunakan untuk penerbangan pendek guna mengumpulkan data tambahan dari atas permukaan planet.