SpaceX Sembunyikan Cara Astronot Buang Hajat di Luar Angkasa

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan SpaceX telah gagal mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa (ISS) akibat cuaca buruk. Meski begitu menarik untuk kita mengetahui bagaimana SpaceX sebagai perusahaan swasta melakukan upgrade terhadap roketnya karena ini merupakan pengiriman manusia pertama mereka ke luar angkasa.

Dilansir dari situs Express, Jumat, 29 Mei 2020, toilet juga jadi salah satu apa yang mereka perbarui, yang mereka sebut sebagai sistem pembuangan limbah. Dua astronot yang terbang ke ISS, akan menghabiskan waktu yang panjang sebelum sampai ISS.

Artinya, sangat penting bagi Bob Behnken dan Doug Hurley memiliki fasilitas toilet yang memadai. Sayangnya detail toilet SpaceX Crew Dragon masih dirahasiakan. Wakil Presiden SpaceX untuk Misi Demo-2, Hans Koenigsmann mengaku tidak tahu harus mengatakan apa soal fasilitas buang hajat astronot.

Namun Hurley berjanji akan menceritakan cara kerjanya ketika mereka sudah kembali ke Bumi. Tapi ada juga kemungkinan toilet tidak akan digunakan oleh keduanya.

Mantan astronot NASA dan konsultan SpaceX, Garrett Reisman telah menceritakan teknologi toilet di luar angkasa, yang mana jika astronot tidak merasa nyaman, mereka lebih sering menahan daripada menggunakannya.

"Ini berdasarkan pengalaman pribadi dan data yang dikumpulkan NASA. Saat pergi ke luar angkasa sama seperti melakukan kemah. Dalam arti selama 24 jam itu tubuh akan mengurangi aktivitas sistem pencernaan," ujarnya.

Reisman berpikir tidak akan ada banyak hajat yang dibuang astronot di Crew Dragon. Meskipun toilet di ISS kuno, tapi itu lebih baik dibanding pada misi Apollo ke bulan, di mana para astronotnya menggunakan popok.

Itu adalah sistem pembuangan yang dibuat Rusia seharga US$19 ribu. Akan ada corong yang dilengkapi kipas untuk menyedot air seni dan delapan hari kemudian air kotor itu akan berubah menjadi cairan yang bisa dikonsumsi awak luar angkasa.