SpaceX Umumkan Misi Penerbangan Sipil Pertama ke Angkasa Luar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Austin - Seorang pengusaha startup dalam bidang payment processing, mendanai perjalanan jutaan dolar ke angkasa luar dengan kapsul SpaceX Crew Dragon, yang bisa menjadi penerbangan orbital pertama yang diawaki seluruhnya oleh non-astronot.

Isaacman, mengatakan dia akan memimpin misi, yang dijadwalkan akhir 2021 dan akan melihat pesawat angkasa luar melakukan perjalanan beberapa hari ke orbit Bumi, menurut sebuah siaran pers.

Isaacman telah membeli tiga kursi tambahan di dalam misi tersebut, yang akan disumbangkan ke Rumah Sakit Riset Anak St. Jude, dan anggota masyarakat yang mendapat kesempatan untuk mengikuti perjalanan.

Isaacman tidak mengungkapkan rincian identitas mereka, ia hanya mengatakan itu adalah wanita dan petugas kesehatan garis depan yang berkomitmen untuk membantu anak-anak mengalahkan kanker.

Dikutip dari CNN, Selasa (2/2/2021), kursi keempat disediakan untuk pemenang kontes, tentunya yang mengikuti kontes ini terbatas untuk pelanggan Isaacman di platform eCommerce, Shift4Shop.

Peserta yang memenuhi syarat harus mengunjungi toko online di platform dan men-tweet video tentang kisah kewirausahaan mereka, yang kemudian akan ditinjau oleh juri selebriti menurut perusahaan yang namanya belum diungkapkan.

Untuk pengumuman pemenang belum dijelaskan lebih mendalam, meskipun Isaacman mengatakan kepada wartawan melalui telepon konferensi pada hari Senin bahwa semua anggota kru dapat memulai pelatihan dalam waktu 30 hari.

Tujuan Lain Isaacman Dalam Misi SpaceX

Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX meluncurkan 60 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. (Malcolm Denemark/Florida Today via AP)
Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX meluncurkan 60 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. (Malcolm Denemark/Florida Today via AP)

CEO SpaceX, Elon Musk, yang sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan misi SpaceX, mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak akan mengikuti misi Inspiration4, "Aku akan terbang suatu hari nanti, tapi yang ini tidak," katanya.

Isaacman menambahkan bahwa misi ini, dijuluki Inspiration4, karena merujuk pada jumlah anggota kru, Isaacman mengatakan, "hal ini adalah realisasi dari impian seumur hidup dan langkah menuju masa depan di mana siapa pun dapat menjelajah dan menjelajahi bintang-bintang."

Ia mengatakan, misinya ini menandai momen bersejarah untuk menginspirasi umat manusia sambil membantu mengatasi kanker masa kanak-kanak.

Dia juga berjanji untuk menyumbangkan 100 juta dolar atau sekitar 1,4 triliun rupiah ke rumah sakit sebagai bagian dari dorongan untuk mengumpulkan 200 juta dolar atau sekitar 2,8 triliun rupiah lebih banyak guna penelitian organisasi tersebut.

Isaacman juga merupakan CEO Shift4, sebuah perusahaan pemrosesan pembayaran yang telah memproses lebih dari 200 miliar dolar pembayaran pada tahun 2019 di industri termasuk ritel, perhotelan, dan game.

Harapan SpaceX dan NASA

Ilustrasi perjalanan ke luar angkasa SpaceX (Foto: SpaceX)
Ilustrasi perjalanan ke luar angkasa SpaceX (Foto: SpaceX)

Belum diketahui berapa lama perjalanan itu akan dilakukan atau di orbit mana ia akan terbang, namun Musk memberi tahu Isaacman pada hari Senin, "ke mana pun Anda ingin pergi, kami akan membawa Anda ke sana."

SpaceX telah lama mengatakan akan terbuka untuk menjual tiket kepada warga sipil dan turis untuk kursi di kapsul Crew Dragon, yang mulai beroperasi tahun lalu dan terutama dimaksudkan untuk mengantarkan astronot NASA ke dan dari Stasiun Angkasa Luar Internasional.

Februari lalu, SpaceX mengisyaratkan akan melakukan perjalanan bagi empat orang untuk menghabiskan beberapa hari di orbit, menikmati pemandangan Bumi di atas pesawat ruang angkasa selebar 13 kaki.

SpaceX juga akan melatih Isaacman yang sebelumnya memiliki pengalaman mengemudikan berbagai pesawat, dan sesama awak untuk misi di fasilitas SpaceX.

Pelatihan itu akan melibatkan beberapa rejimen yang dilakukan astronot profesional, termasuk kesiapsiagaan darurat, pelatihan gayaberat mikro dan pelatihan pakaian luar angkasa, menurut siaran pers.

SpaceX dan NASA telah lama berharap bahwa pesawat luar angkasa Crew Dragon SpaceX akan menumbuhkan lebih banyak minat sektor swasta dalam mengalokasikan banyak uang untuk perjalanan luar angkasa.

SpaceX menciptakan kapsul untuk NASA di bawah Program Kru Komersial, yang berusaha mengembalikan kemampuan penerbangan luar angkasa manusia ke Amerika Serikat setelah program Pesawat Ulang-alik pensiun pada tahun 2011 meninggalkan Amerika tanpa kemampuan itu selama hampir satu dekade.

Tetapi alih-alih memiliki pesawat ruang angkasa, karena NASA telah memiliki semua kendaraan luar angkasa manusia sebelumnya, Program Kru Komersial memungkinkan SpaceX untuk mempertahankan kepemilikan, memungkinkannya untuk menjual kursi kepada non-astronot dengan tujuan untuk membangkitkan minat dalam penelitian dan pariwisata berbasis ruang angkasa.

Reporter: Veronica Gita

Infografis Waspadai 3 Gejala Khusus Covid-19 pada Lansia

Infografis Waspadai 3 Gejala Khusus Covid-19 pada Lansia. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Waspadai 3 Gejala Khusus Covid-19 pada Lansia. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Berikut Ini: