SPAK: Ibu punya kesempatan sosial yang besar sebar nilai antikorupsi

Direktur Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) Indonesia Maria Kresentia menyampaikan perempuan, dalam hal ini ibu, memiliki kesempatan sosial yang besar dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan bermasyarakat untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi di Tanah Air.

“Perempuan punya kesempatan sosial yang besar. Maksudnya, perempuan ini adalah ibu. Kalau ada arisan atau kelompok pengajian, yang maju duluan adalah ibu. Di sekolah, ibu bertemu wali murid. Ibu atau perempuan jika diberdayakan bisa menjadi penyebar nilai-nilai antikorupsi yang efektif,” ujar Maria dalam diskusi daring Ngobrol Santai Antikorupsi bertajuk Anak Jujur, Anak Hebat, Anak Antikorupsi, sebagaimana dipantau melalui siaran langsung dalam akun Instagram sahabaticw, di Jakarta, Sabtu.

Di samping itu, lanjut dia, potensi perempuan sebagai penyebar nilai antikorupsi di Tanah Air juga dapat dilihat berdasarkan studi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2013. Dalam studi yang juga menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi pendirian SPAK Indonesia itu, diketahui bahwa sebanyak 85 persen responden menganggap ibu merupakan peletak nilai-nilai moral atau antikorupsi dalam keluarga.

Oleh karena itu, SPAK Indonesia memandang para perempuan, terutama ibu perlu diberdayakan sebagai agen penyebar nilai-nilai antikorupsi. SPAK Indonesia pun mengupayakan pelatihan terhadap para perempuan di 34 provinsi di Indonesia yang berasal dari beragam latar belakang profesi, seperti ibu rumah tangga, polisi wanita (polwan), jaksa, hakim, ataupun profesi-profesi lainnya.

Pelatihan itu ditujukan untuk melahirkan agen penyebar nilai-nilai antikorupsi di tengah masyarakat yang dimulai dari keluarga. Hingga saat ini, kata Maria, agen penyebar nilai antikorupsi yang telah dilatih oleh SPAK Indonesia mencapai sekitar 2.800 orang.

“Jadi, kami lakukan pelatihan-pelatihan kepada perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, jaksa, polwan, hingga hakim atau apa pun itu di 34 provinsi. Kami sudah berhasil mengumpulkan kurang lebih 2.800 agen,” ucap Maria.

Baca juga: KPK kenalkan praktik pendidikan antikorupsi dalam pertemuan G20 ACWG
Baca juga: Wakil Ketua KPK nilai parpol miliki peran strategis cegah korupsi
Baca juga: Ketua KPK: Pola pendidikan seyogyanya memuat nilai-nilai antikorupsi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel