SPAM Umbulan Disebut Tingkatkan Akses Air Bersih 1,6 Juta Warga Jatim

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo telah meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Pasuruan, Jawa Timur, kemarin. Peresmian itu ditandai dengan pemutaran tuas katup air dan penandatanganan prasasti di area SPAM itu.

Diresmikannya fasilitas ini ditegaskan merupakan komitmen Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk terus berupaya meningkatkan akses air minum aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya, melalui peningkatan jaringan layanan air bersih perpipaan SPAM.

Di Provinsi Jawa Timur, telah diselesaikan pembangunan SPAM Umbulan untuk menambah pasokan air bersih pemipaan pada 5 kota/kabupaten. Yakni di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik.

Baca juga: Obrolan Jokowi-Putra Mahkota MBZ di Balik Investasi Rp144 Triliun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, layanan SPAM Umbulan diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Agar masyarakat menikmati air minum berkualitas dengan harga terjangkau, berkesinambungan selama 24 jam, serta meningkatkan perbaikan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan air bersih.

"Dengan beroperasinya SPAM Umbulan ini akan memberi manfaat besar bagi 1,6 juta jiwa atau 320 ribu Sambungan Rumah (SR) di 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur," ujar Basuki dikutip dari keterangannya, Selasa, 23 Maret 2021.

Dia menjelaskan, sumber air baku SPAM Umbulan berasal dari mata air Umbulan di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Air bersih itu disalurkan melalui pipa transmisi sepanjang 93 km dengan total 14 titik reservoir offtake.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi atas terselesaikannya pembangunan SPAM Umbulan. Proyek air minum regional Umbulan ini telah diinisiasi sejak 40 tahun lalu.

Saat ini SPAM Umbulan sudah dapat dimanfaatkan sebesar 900 liter perdetik dari total kapasitas sebesar 4.000 liter per detik. Presiden Jokowi saat peresmian meminta kepada seluruh stakeholder untuk segera memanfaatkan infrastruktur yang telah selesai dibangun. Sehingga manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat.

"Masih ada 80 persen yang perlu diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa rumah tangga. Oleh sebab itu, saya minta bupati dan wali kota yang teraliri segera bertemu Gubernur, Menteri PUPR, dan Manajemen PT. Meta Adhya Tirta duduk bersama," tutur Jokowi.

Sebagai informasi, SPAM Umbulan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dimulai pembangunannya pada 2017 melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Biaya pembangunan SPAM Umbulan bersumber dari Pemerintah dengan PT. Meta Adhya Tirta selaku pemenang lelang.

Proyek itu diketahui bernilai investasi sebesar Rp2,58 triliun. Dengan, dukungan kelayakan atau Viability Gap Fund (VGF) dari Pemerintah sebesar Rp818 miliar.