Spanduk Aksi di Banten: Rizieq Shihab, Bukan Keturunan Rasul

Aries Setiawan, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 4 menit

VIVA – Ratusan orang yang tergabung dalam kelompok Ansor, Banser, Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) dan Paguron Jalak Banten, menggelar deklarasi damai menolak kedatangan Rizieq Shihab ke Banten.

Aksi digelar di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat, 20 November 2020. Berbagai spanduk digelar dalam aksi tersebut. Salah satu yang mencolok, spanduk besar bertuliskan "Tolak Rizieq Shihab ke Banten, Bukan Habib, Bukan Keturunan Rasul".

"Kami deklarasi di Alun-alun Serang untuk menolak adanya kedatangan Rizieq Shihab, karena membuat resah di Banten. Kami dari Banten bersiap menolak Rizieq Shihab," kata perwakilan DPP Lapbas, Siti Komariah, di lokasi aksi.

Para pendekar Banten menolak kedatangan Rizieq Shihab, karena tidak ingin mendengar ujaran kebencian yang disuarakan oleh pentolan FPI itu di Bumi Jawara.

Baca juga: Polemik Gelar Habib pada Rizieq Shihab

Selain dikenal sebagai Bumi Jawara, Banten juga kerap disebut sebagai Bumi Seribu Kyai, Sejuta Santri. Sehingga para jawara Banten merasa bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan keutuhan Indonesia.

"Kami sebagai jawara Banten merasa bertanggung jawab menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia. Kami tidak ingin dengar ujaran kebencian terhadap ulama, TNI, polri, dan pemerintah," kata wakil korlap deklarasi damai, Awing.

Dalam aksi itu juga aparat mengamankan dua orang yang diduga sebagai provokator. Di tengah aksi damai, mereka membakar ban dan spanduk. Beruntung, dua orang itu tidak menjadi bulan-bulanan demonstran, karena langsung diamankan ke dalam mobil polisi.

"Tadi ada orang yang sengaja masuk, kemudian dia membakar spanduk dan ban bekas, sehingga menggangu konsentrasi yang menyampaikan aspirasi. Sehingga diamankan agar tidak mengganggu yang lain. Alhamdulillah masyarakat tidak terprovokasi," kata Kabag Ops Polres Serang Kota (Serkot) AKP Yudha Hermawan.

Kedua pria yang terlihat masih remaja itu segera dibawa masuk ke mobil polisi dan diperiksa di Mapolres Serang Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Yang diamankan bukan bagian dari massa aksi. Tadi yang aksi dari Ansor, Banser, Lapbas, Jalak. Mereka menyampaikan aspirasi dengan baik, tertib, dan menggunakan prokes," katanya.

Silsilah Habib Rizieq Shihab

Dilansir dari berbagai sumber, Habib Rizieq lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965. Ia merupakan anak kelima dari pasangan Habib Hussein bin Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah Alatas. Kedua orang tuanya merupakan orang Betawi keturunan Hadhrami.

Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab yang lahir sekitar 1920, adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937.

Baca: Silsilah Habib Rizieq Cucu Nabi Muhammad SAW

Pandu Arab Indonesia adalah sebuah perkumpulan kepanduan didirikan oleh orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

Ayahnya wafat tahun 1966, saat itu Habib Rizieq masih berusia 11 bulan. Sejak itu, Habib Rizieq diasuh oleh ibunya dan tidak dididik di pesantren. Namun, ia mulai rajin mengaji di masjid-masjid dekat rumahnya setelah beranjak usia 4 tahun.

Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar Smith, nasab Habib Rizieq terkait Nabi Muhammad SAW sangat jelas. Habib Rizieq berasal dari Qabilah (marga) Bin Shihab (sebagian menyebutkan Bin Shahab atau Bin Shihabuddin).

Bin Shihabuddin adalah salah satu cabang dari keturunan Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali, dan terus nasabnya tersambung sampai ke Imam Ahmad Al-Muhajir. Berlanjut ke bin Isa bin Muhamad bin Imam Ali Al-Uraidhi, bin Ja'far As-Sodiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husein As-Syahid bin Ali bin Abi Tholib dengan Fatimah Az-zahra binti Rasulullah SAW.

Rizieq adalah seorang Habib atau Sayyid dengan klan Shihab (merujuk pada Shihabuddin Aal bin Syech). Sementara, istrinya, Syarifah Fadhlun, juga merupakan keluarga Sayyid dari klan Aal bin Yahya.

Habib Rizieq juga sempat bergabung dalam Rabithah Alawiyah, yaitu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Organisasi ini didirikan pada 27 Desember 1928 setelah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, di mana menghimpun WNI keturunan Arab khususnya yang punya keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Di samping itu, Habib Rizieq juga banyak mengenyam pendidikan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat sejak tahun 1975. Tahun 1983, beliau mengambil kelas Bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).

Akhirnya, ia mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi. Selanjutnya, ia diterima di King Saud University program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqh). Tahun 1990, Habib Rizieq dinyatakan lulus, lengkap dengan predikat Cum Laude.

Karena haus dengan ilmu, Habib Rizieq akhirnya mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama satu tahun. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena alasan biaya.

Setelah beberapa tahun, akhirnya ia mampu melanjutkan pendidikannya di bidang Syari'ah dan meraih gelar Master of Arts (MA) di Universitas Malaya tahun 2008.

Tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Univercity Sains Islam Malaysia (USIM).