Spanduk Rhoma for Presiden 'mejeng' di Kemanggisan, Jakbar

MERDEKA.COM, Mencuatnya pemberitaan Raja Dangdut Rhoma Irama yang akan maju menjadi Calon Presiden Republik Indonesia (RI) akhirnya menimbulkan babak baru. Beberapa jam lalu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Muhaimin Iskandar dengan gamblang mengatakan siap akan meminang Rhoma di pemilihan calon presiden 2014 mendatang. Tidak hanya itu, sebuah spanduk besar pun bertuliskan Rhoma for President terlihat berdiri tegak di Jalan Kemanggisan Raya, Slipi, Jakarta Barat.

Pantauan merdeka.com Minggu (2/12), sebuah spanduk berukuran 2x4 meter bertuliskan Rhoma for Presiden berdiri tegak di Jalan Kemanggisan Raya, Slipi, Jakarta Barat. Dalam spanduk itu terlihat sang raja dangdut mengenakan jas berwarna hitam, dasi dan berpeci, layaknya pose foto presiden RI. Belum diketahui pasti apa maksud dari spanduk tersebut. Spanduk yang dibuat oleh 'BECENG' ini terlihat bersebelahan dengan spanduk perayaan Gebyar Muharam 1434 H yang akan dihadiri oleh Rhoma Irama pada malam ini sekitar pukul 19.30 WIB nanti.

Informasi yang dihimpun merdeka.com spanduk Rhoma for Presiden itu sudah terpasang sejak pagi tadi. Sedangkan spanduk perayaan gebyar Muharam 1434 H yang persis berada di sampingnya sudah berada sejak beberapa hari lalu. Keberadaan spanduk ini sempat menjadi pusat perhatian pengendara motor yang melintas. Akibatnya, lalu lintas tersendat.

"Kemarin lewat belum ada, tapi sekarang ada," ujar salah satu pengendara.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Muhaimin Iskandar atas nama partai meminang Rhoma Irama dalam capres 2014. "Saya rasa ini menarik sekali, kita sudah lirik kemana-mana, sepertinya sosok Bang haji ini harus kita lirik juga," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu.

Pencapresan Rhoma ini bermula ketika sejumlah ulama di Jakarta Timur mendeklarasikan dukungan mereka pada Rhoma sebagai capres 2014. Mereka yakin Rhoma bisa unggul mengingat pria dengan julukan satria bergitar itu punya fans yang cukup banyak

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.