SPBN di Kendal Tak Beroperasi, Stok BBM untuk Nelayan Terganggu

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menemukan terdapat stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Kendal, Jawa Tengah, tidak beroperasi. Akibatnya, stok BBM untuk operasional para nelayan terganggu.

"Dari hasil pengecekan di lapangan, kita melihat SPBN tadi tidak beroperasi. Informasi dari Pak Bupati karena kuota BBM bersubsidinya terbatas. Nelayan tadi juga menyampaikan keluhan soal solar," ujar Trenggono di Kendal, dikutip pada Senin (12/9).

Untuk itu, dia meminta stok BBM bersubsidi untuk nelayan terjamin aman sehingga aktivitas melaut tidak terganggu. Selain stok yang terpenuhi, dia juga meminta agar distribusi juga tepat sasaran.

Selain itu, Trenggono juga memastikan Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina dan BPH Migas terkait pemenuhan pasokan BBM bersubsidi untuk nelayan di Indonesia.

"Kita sudah list dan kita sudah sampaikan ke BPH Migas dan Pertamina, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama sudah bisa teratasi," tegasnya.

Selain itu, dia juga meminta polisi melakukan pengawasan optimal untuk menjamin penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran sekaligus mengantisipasi terjadinya kecurangan penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan.

"Untuk wilayah Jateng, Pak Kapolda tadi sudah sampaikan siap melakukan pengawasan optimal dengan menurunkan tim ke lapangan termasuk ke SPBN," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico Ganinduto menyampaikan SPBN di TPI Kendal tidak beroperasi pada Minggu karena keterbasan kuota. Tahun ini Pemkab Kendal mendapat kuota 7,601 kilo liter, dan jumlah nelayan yang ada lebih dari 4000 orang.

Karena itulah pihaknya mengatur waktu operasional SPBN dengan tidak beroperasi di hari Minggu meski aktivitas melaut tetap berlangsung. "Kalau hari Minggu kami operasi, khawatirnya di hari kerja malah SPBNnya tidak beroperasi karena kuotanya kurang," ungkap Dico. [azz]