SPBU, anak yatim dan kelancaran distribusi BBM kala mudik

Deru kendaraan membelah jalan raya sejak pagi buta ketika lonceng liburan dibunyikan pemerintah pada 28 April 2022. Seakan berpacu dengan rindu pada kampung halaman, pada orang tua, kerabat dan teman, roda-roda pemudik berputar kencang meski sarat beban.

Mudik, tradisi yang tertahan lebih dari dua tahun akibat pandemi merebak seperti tanggul jebol. Pemerintah menyebutkan sekitar 85 juta orang pulang kampung pada Lebaran 2022 ini. Dari jumlah itu 1,8 juta orang diperkirakan pulang ke Ranah Minang dan sebagian besar lewat darat.

Konsekuensinya, konsumsi BBM dipastikan meningkat. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera bagian utara (Sumbagut) mencatat selama 10 April 2022 hingga H-1 Idul Fitri 1443 H, realisasi konsumsi BBM dan LPG meningkat jika dibandingkan masa Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri tahun lalu.

Produk Gasoline kala Ramadhan dan Idul Fitri 2022 meningkat sebanyak 11,12 persen dari pada 2021, yakni 12.002 kilo liter (KL) per hari menjadi 13.503 KL per hari. Sementara untuk produk Gasoil meningkat 6,32 persen atau dari tahun lalu sebanyak 7.490 KL per hari menjadi 7.995 KL per hari pada 2022.

Meski meningkat, namun PT Pertamina menjamin ketersediaan BBM selama mudik Lebaran 2022. Pemudik tidak perlu cemas kesulitan mendapatkan BBM di perjalanan.

Namun, karena jumlah kendaraan naik signifikan, maka penumpukan di SPBU menjadi sangat mungkin. Antrean kendaraan yang mengisi BBM bisa mengular. Karena itu berdirinya SPBU baru pada periode mudik menjadi sebuah berkah tersendiri.

SPBU baru bisa mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU lama sehingga potensi kemacetan relatif bisa dikurangi dan distribusi BBM menjadi lebih lancar.

Apalagi pada daerah yang memiliki jarak SPBU yang relatif jauh seperti dari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, yang berada di jalan lintas Padang-Pekanbaru.

Dibukanya SPBU PT Andalan Bina Harapan di Jalan Lintas Padang - Pekanbaru tepatnya, di Nagari Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, makin memudahkan pengendara untuk mendapatkan akses BBM.

SPBU itu diresmikan Bupati Padangpariaman Suhatri Bur pada H-7 lebaran 1443 Hijriah tahun 2022, saat arus kendaraan sudah semakin padat masuk dan keluar Sumbar.

Baca juga: Pertamina siagakan 8 SPBU operasi non top di Lintas Sumbar

Baca juga: Polisi tetapkan tersangka penyelundupan BBM

SPBU Sicincin. (ANTARA/Ho Indrawati)
SPBU Sicincin. (ANTARA/Ho Indrawati)

Terindah di Sumbar

SPBU baru di Sicincin itu tidak hanya menyediakan akses BBM bagi pengendara, tetapi juga tempat untuk beristirahat dengan lokasi parkir yang cukup luas, masjid yang relatif besar dan megah untuk beribadah serta sejumlah tempat berbelanja yang diisi oleh UMKM setempat.

Sembari beristirahat, pemudik bisa sekalian berbelanja produk khas Padang Pariaman dan Sumbar sebagai buah tangan bagi orang di kampung.

Tidak heran Sales Area Manager Pertamina Sumbar Narotama Fazri menyematkan label SPBU tipe CODO itu sebagai salah satu yang terindah dan terlengkap di Sumbar untuk menyambut pemudik 2022.

Sementara pemilik SPBU Sicincin, Indrawati menyebutkan selain sebagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, SPBU Sicincin juga menyiapkan fasilitas Mesjid, ATM, Minimarket, UMKM Istana Rendang, UMKM Butik Sulaman dan Bordir serta ruang pertemuan.

Semua fasilitas tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara yang singgah. Apalagi pada saat mudik, tenaga sangat terkuras sehingga butuh tempat yang nyaman untuk istirahat dan beribadah.

Baca juga: Harga BBM nonsubsidi di Sumbar naik Mei 2018

Baca juga: Pascagempa warga Padang padati SPBU

SPBU Sicincin. (ANTARA/Ho Indrawati)
SPBU Sicincin. (ANTARA/Ho Indrawati)

Penyantun anak yatim

Ada hal yang sangat menarik dari SPBU di Sicincin tersebut yaitu sebagian besar pekerjanya adalah anak yatim yang patut untuk dibantu.

Pemilik SPBU Indrawati menceritakan awalnya Bupati Padangpariaman Suhatri Bur meminta agar penerimaan pegawai SPBU mengutamakan masyarakat sekitar agar manfaat dari usaha itu semakin dirasakan masyarakat.

Berdasarkan hal itu, seleksi penerimaan pegawai dilakukan. Hampir semua calon pegawai berasal dari Padangpariaman yang akan ditempatkan pada beberapa posisi seperti petugas SPBU, petugas keamanan, kebersihan hingga parkir.

Dari data yang diterima dari calon pegawai ternyata sebagian besar adalah anak yatim. Indrawati meyakini hal itu adalah salah satu jalan yang diberikan Tuhan bagi ia dan keluarga untuk bisa saling membantu terutama bagi anak yatim.

Setelah itu, status tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama untuk penerimaan pegawai di SPBU Sicincin.

"Mudah-mudahan, jalan yang diberikan Tuhan ini juga menjadi berkah bagi SPBU juga bagi pegawainya," ujarnya.

Dari 40 orang pegawai yang diterima di SPBU tersebut, Indrawati menyebut sekitar 80 persen adalah anak yatim. Pekerjaan di SPBU diharapkan bisa membantu mereka untuk bisa menghidupi keluarga.

Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur saat peresmian SPBU tersebut memang mewanti-wanti agar pemilik mengutamakan untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan mampu menghidupkan roda perekonomian.

Munculnya sebuah tempat usaha baru, dinilai akan mampu mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru. Dengan memberdayakan masyarakat sekitar, efek yang ditimbulkan akan lebih besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Berdirinya SPBU di Sicincin ini akan membuat tempat usaha lain bermunculan di sekitar sehingga roda perekonomian akan semakin lancar," ujarnya.

Selain untuk mendukung kelancaran BBM bagi pemudik, keberadaan SPBU tersebut menurutnya juga sekaligus menunjang sarana prasarana di pusat Ibu Kota Kabupaten Padangpariaman di Parit Malintang yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi SPBU.

Sebelumnya, tidak ada SPBU yang relatif dekat dengan ibu kota kabupaten sehingga pengisian bahan bakar dilakukan pada SPBU yang jaraknya cukup jauh.

Salah seorang pemudik dari Pekanbaru, Eri (45) yang sempat singgah di SPBU baru tersebut menuturkan sangat nyaman dengan segala fasilitas yang disediakan. Ia bahkan sempat bermalam di SPBU yang indah dan bersih itu.*

Baca juga: SPBU di Sumbar Kehabisan Solar Jelang Natal

Baca juga: Usai Gempa Warga Padang Serbu SPBU

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel