SPBU Fatmawati berhenti operasi sementara usai kenaikan harga BBM

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Fatmawati berhenti operasi sementara, usai Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu siang pukul 14.30 WIB.

Pada pukul 15.01 WIB, tiga petugas keamanan tampak memasang pembatas di jalan masuk agar kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa masuk untuk mengisi BBM.

Tak lama kemudian, banyak pembawa kendaraan roda dua maupun empat menanyakan mengapa SPBU ditutup.

Selain itu, ada juga beberapa pembawa kendaraan yang mau menunggu selama beberapa menit di depan SPBU tersebut untuk segera dibuka.

Baca juga: Kenaikan harga BBM jadi momentum maksimalkan pemanfaatan energi bersih

SPBU Fatmawati tampak sepi tanpa ada kendaraan yang masuk dan para petugas tampak beristirahat dekat pengisian BBM.

Berdasarkan keterangan di lokasi, pihak SPBU telah mengatur ulang (reset) pada papan harga yakni Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 pada 15.22 WIB.

Pada pukul 15.35 WIB, pembatas jalan kembali dibuka dan SPBU kembali beroperasi yang langsung dipenuhi kendaraan roda dua dan empat memasuki tempat itu.

Pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku pada Sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Menkeu ungkap alasan harga BBM naik meski minyak dunia turun

Menurut Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Arifin Tasrif, pemerintah menyesuaikan harga BBM subsidi Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu pukul 14.30 WIB.