Speaker Pintar Mampu Mendeteksi Irama Jantung yang Tidak Normal

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sekelompok peneliti di University of Washington mengatakan mereka telah mengembangkan cara nirsentuh (tanpa kontak fisik) untuk mendeteksi detak jantung tidak teratur menggunakan speaker pintar biasa.

Para analis tersebut menemukan sistem bertenaga AI yang mengandalkan teknologi sonar untuk menangkap getaran yang disebabkan oleh gerakan dinding dada di dekatnya.

Jika diterapkan, teknologi pelacakan detak jantung ini dapat meningkatkan cara dokter melakukan janji telemedicine dengan memberikan data yang seharusnya memerlukan perangkat yang dapat dikenakan, perangkat keras kesehatan, atau pemeriksaan langsung.

“Adanya penelitian ini, bertujuan untuk menemukan cara menggunakan perangkat yang sudah dimiliki orang untuk memantau kardiologi dan kesehatan di masa depan,” menurut asisten profesor kardiologi di Fakultas Kedokteran University of Washington, Arun Sridhar, seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (11/3/2021).

Sementara itu, speaker pintar yang biasanya hanya menyampaikan notifikasi, para peneliti mempertanyakan apakah perangkat tersebut dapat digunakan untuk sektor kesehatan. Caranya, peneliti menilai, produsen speaker pintar tersebut dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam produk yang ada melalui pembaruan software.

Sistem bekerja dengan memancarkan sinyal audio ke dalam ruangan dengan volume yang tidak dapat didengar manusia. Saat pulsa memantul kembali ke pengeras suara, algoritme bekerja untuk mengidentifikasi pola pemukulan yang dihasilkan dari dinding dada manusia. Algoritme kedua kemudian diterapkan untuk menentukan jumlah waktu antara dua detak jantung.

Dengan informasi yang dikenal sebagai interval detak jantung, dokter dapat mengukur seberapa baik jantung berfungsi. Peneliti melatih speaker untuk menangkap ritme jantung yang teratur dan tidak teratur.

Bukan Hal Baru

Konsep ini sebetulnya bukan hal baru, sebelumnya, jam tangan pintar dapat mendeteksi terkait masalah kesehatan juga.

Namun pemantauan kesehatan touchless ini merupakan batasan yang dapat terbukti bermanfaat saat pemiliknya tidak mengenakan perangkat.

Sebagai informasi, proyek penelitian speaker pintar dimulai pada 2019 tetapi terhenti karena pandemi. Para analis mengambil kembali beberapa hal akhir tahun lalu, menguji perangkat lunak dengan 26 peserta sehat dan 24 pasien rawat inap dengan berbagai kondisi jantung, termasuk fibrilasi atrium dan gagal jantung.

Pasien yang sehat diuji di ruang kantor, sementara pasien jantung diuji di kamar rumah sakit mereka di UW Medical Center di Seattle.

Para spesialis kemudian membandingkan temuan speaker pintar dengan hasil dari monitor EKG tingkat medis. Pembacaan speaker pintar ternyata relatif akurat, hanya menyimpang dari pembacaan ECG dengan jumlah yang "tidak relevan secara medis", kata para peneliti.

Para peneliti menggunakan speaker pintar merek Alexa versi pengembang dengan speaker berkualitas rendah untuk menjalankan pengujian mereka. Dan mereka mengatakan speaker di perangkat mainstream bisa lebih kuat, memungkinkan pembacaan dari jauh.

Masa Depan Pelacakan Detak Jantung

Para ilmuwan di balik teknologi membayangkan masa depan di mana orang dapat memilih untuk mengikuti pelacakan irama jantung pada speaker pintar mereka.

Langkah selanjutnya yang akan dilakkukan para peneliti tersebut adalah mencari tahu apakah AI dapat digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda apnea tidur.

“Seperempat rumah tangga AS sudah memiliki speaker pintar. Tetapi mendapatkan perangkat lunak yang disetujui untuk perangkat tersebut bisa memakan waktu beberapa tahun,” kata Shyam Gollakota, seorang profesor ilmu komputer UW dan salah satu penulis laporan tersebut.

Para peneliti sebelumnya membuat sistem AI untuk speaker pintar untuk mendeteksi serangan jantung. Mereka juga mengembangkan teknologi speaker pintar untuk memantau pernapasan bayi. Algoritme tersebut sedang menjalani persetujuan FDA.