Spekulasi Kim Jong-un Mati Otak hingga Meninggal Makin Kencang

Ezra Sihite, Wahyu Firmansyah

VIVA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikabarkan meninggal dunia melalui rumor yang beredar dan sempat diberitakan majalah Jepang Shukan Gendai. Namun sayangnya sumber-sumber yang memberikan informasi dan diklaim dekat dengan lingkaran kekuasaan di Korea Utara tak bersedia disebutkan nama jelasnya. Sebagian spekulasi beredar soal Kim Jong-un belum meninggal namun kondisinya sedang kritis akibat operasi jantung yang dia alami. Termasuk disebutkan mengalami kondisi vegetatif atau disfungsi otak kronis ketika seseorang tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Kehilangan kesadaran diisukan dialami Kim Jong-un diberitakan Metro setelah pemimpin yang dijuluki Pria Roket ini menjalani operasi jantung awal bulan April 2020. Selain itu disebutkan bahwa dokter-dokter hebat dari China sempat didatangkan tak lama setelah itu ke Korea Utara.

Rumor meninggalnya Kim Jong-un juga sempat disampaikan oleh seorang wakil direktur HKSTV Hong Kong Satellite Television, ebuah siaran yang didukung di Beijing, Hong Kong, telah mengklaim jika Kim Jong Un telah meninggal dunia mengutip "sumber yang sangat solid," tulisnya di aplikasi perpesanan China Weibo, Minggu, 26 April 2020.

Kabar lainnya yang belum terkonfirmasi mengaitkan dengan sumber-sumber Partai Komunitas Senior di Beijing, mengklaim Kim meninggal ketika ahli bedahnya merusak operasi kecil karena tangannya gemetar begitu parah.

Absennya Kim Jong-un itu dari peringatan 88 tahun kelahiran Tentara Revolusioner Rakyat Korea semakin membuat banyak spekulasi terkait kematian dari pemimpin Korea Utara itu.

Sebelumya sempat dikabarkan jika Kim Jong-un sedang berjuang melawan penyakit kardiovaskular sejak Agustus 2019 lalu, yang membuat beberapa orang berasumsi bahwa ia telah menjalani operasi jantung. 

Kurangnya informasi terkait rumor yang beredar membuat banyak orang berspekulasi bahwa Kim sedang menderita sakit parah, mengalami mati otak atau telah pulih dari operasi. Namun, pemerintah Korea Selatan mengatakan, mereka telah melihat dan tidak ada tanda-tanda kesehatan Kim tengah menurun. Hingga saat ini belum ada bukti otentik yang menunjukkan pemimpin Kim menemui ajal.